Selasa, 5 Mei 2026

Komisi I Ungkap Pemicu Aktifnya Sel Tidur ISIS di Indonesia

"Ini sudah persiapan jangka panjang yang dilakukan, bahkan sebelum ISIS, bahwa ada potensial teroris yang siap melakukan aksinya. Tapi, masih silent,"

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM
Politisi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengakui banyak 'sel tidur' ISIS di Indonesia.

Hal itu melihat pola aksi teror yang terjadi belakangan ini.

Terakhir, upaya teror dalam bentuk bendera mirip ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama.

"Ini sudah persiapan jangka panjang yang dilakukan, bahkan sebelum ISIS, bahwa ada potensial teroris yang siap melakukan aksinya. Tapi, masih silent," kata Hasanuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Hasanuddin mengatakan kelompok tersebut awalnya bukan dari kelompok ISIS.

Namun, setelah ISIS muncul mereka berkiblat ke kelompok tersebut.

Alasannya, kesamaan prinsip perjuangan.

Politikus PDIP itu mengingatkan sel tidur itu sewaktu-waktu dapat aktif melakukan serangkaian aksi teror.

Dikatakan dia ada tiga faktor pemicu yang menyebabkan sel tidur terebut bangkit.

"Satu, keyakinan untuk menang. Dia yakin sekarang perjuangannya dengan cara ini, pakai sangkur dulu, besok saya yakin punya peluru kendali," kata Hasanuddin.

Kedua, ideologi mereka semakin kuat.
Ketiga, efek sampingan seperti rasa dendam.
Hasanuddin mengatakan kelompok teror yang dapat melakukan aksinya terbagi dua.

"Di dalam negeri atau pergi keluar negeri yang diperkirakan menjadi kombatan aktif itu yang dari Suriah 600. Dari 600 itu, tidak semua tewas di sana. Masih ada ratusan lagi (hidup, red) yang ke mana? Itu menjadi pertanyaan," kata Hasanuddin

Lalu, sel-sel tidur yang diperkuat dengan kepulangan warga dari Suriah.

Hal itu mematahkan anggapan milisi ISIS datang ke Indonesia melalui pintu perbatasan negara.

"Sebenarnya adalah yang sudah para simpatisan itu, sudah berada di wilayah-wilayah. Sel tidur itu orangnya. Kira-kira begini, namanya itu wilayah penyelaman atau istilahnya mereka itu daerah untuk persembunyian," kata Hasanuddin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved