Pesta Homo di Kelapa Gading

Ini Penyebab Polres Jakut Dilaporkan ke Kompolnas

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) termasuk diantaranya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Arus Pelangi, melaporkan Polres Jakarta Utara k

Ini Penyebab Polres Jakut Dilaporkan ke Kompolnas
kompas.com
Pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Citra Referandum (KOMPAS.com/Kristian Erdianto) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) termasuk diantaranya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Arus Pelangi, melaporkan Polres Jakarta Utara ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Kamis (6/7/2017), atas penangan kasus pesta gay di Atlantis Gym pada Mei lalu.

Citra Referandum, pengacara dari LBH Jakarta, menyebut bahwa dalam penangan oleh anggota Polres Jakarta Utara terhadap kasus pesta seks tersebut, diketahui petugas melakukan sejumlah pelanggaran. Hal itu lah yang dilaporkan ke Kompolnas hari ini.

"Pelanggaran HAM, pelanggaran hukum dan kode etik Kepolisian. Beberapa diantaranya adalah hak akses bantuan hukum," ujarnya kepada wartawan di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan.

Pengacara dari para tersangka kasus pesta seks tersebut menurut Citra Referandum, sempat dilarang untuk bertemu dengan klien mereka. Selain itu para tersangka juga sempat dilarang bertemu dengan keluarga mereka. Menurutnya, para tersangka juga diperlakukan secara tidak patut.

"Perlakuan yang tidak manusiawi, karena kita tahu mmereka digiring ke Polres Jakarta Utara, digiring sampai besok paginya, tidak boleh menggunakan pakaian. Fotonya viral di media," katanya.

Salah seorang tersangka berinisial R, disebutkann oleh Citra Referandum bahwa Polisi sempat melakukan tindak kekerasan fisik. Selain itu tersangka lainnya sempat menerima kekerasan verbal.

Padahal mulai dari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), hingga Peraturan Kapolri (Perkap), sudah diatur hak-hak para tersangka, termasuk hak untuk tidak disiksa.

"Kami melaporkan Kompolnas sebagai pengawas eksternal Kepolisian, karena Kompolnas punya tugas mengawasi Kepolisian, dan punya wewenang untuk merekomendasikan ke Kapolri dan Presiden, terkait kinerja Kepolisian," katanya.

Sebelumnya koalisi LSM yang membela para tersangka kasus pesta seks di Atlantis Gym, sudah mengirimkan surat ke Kapolri, dan Divisi Propam Mabes Polri, untuk meminta wakut bertemu. Rencanannya mereka akan menyampaikan langsung temuan-temuan tersebut, namun hingga kini permohonan mereka itu belum juga dijawab.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved