Kasus Hambalang

JPU KPK Janji Tindak Lanjuti Terkait Peran Wafid Muharram Dalam Korupsi Proyek Hambalang

Muhammad Takdir Suhan mengatakan fakta persidangan memang terlihat fakta persidangan terkait keterlibatan Wafid Muharram.

JPU KPK Janji Tindak Lanjuti Terkait Peran Wafid Muharram Dalam Korupsi Proyek Hambalang
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Sesmenpora Wafid Muharam (kanan) bersaksi dalam sidang mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng (kiri) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (5/5/2014). Andi didakwa terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi mengakui masih ada pihak lain yang belum dijerat terkait kasus korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) yang berlokasi di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

JPU KPK, Muhammad Takdir Suhan mengatakan fakta persidangan memang terlihat fakta persidangan terkait keterlibatan Wafid Muharram.

" Itu jadi bahan untuk analisa. Memang Hambalang ini masih ada pelaku yang akan diungkap lagi," kata Takdir Suhan usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Dalam sidang vonis, Majelis Hakim memang mengesampingkan mengenai permmohonan pihak terdakwa majelis hakim memerintahkan kepada penyelidik atau penyidik untuk mengusut Wafid Muharram. Kata Takdir, itu akan menjadi bahan analisis tim jaka.

"Walau permohonan kuasa hukum kaitan Pak Wafid itu dikesampingkan akan tetapi fakta yang muncul memang jelas. Itu jadi bahan analisa kami," tukas Takdir Suhan.

Choel divonis pidana penjara 3,5 tahun dan denda Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yakni pidana penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Choel dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

Choel terbukti menerima uang Rp 2 miliar dan 550.000 Dolar Amerika Serikat bersama-sama kakaknya Andi Alifian Mallarangeng yang saat itu menjabat sebagai menteri pemuda dan olah raga. Uang tersebut hasil korupsi pembangunan P3SON. Akibat perbuatannya, negara menderita kerugian Rp 464.391.000.000.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved