Breaking News:

Program Ini Tingkatkan Akses Air Bersih Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Air bersih merupakan salah satu sektor pelayanan publik mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan.

dok. Kementerian PUPR
Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang menikmati air bersih.
dok. Kementerian PUPR
Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang menikmati air bersih.
dok. Kementerian PUPR
Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang menikmati air bersih.

Air bersih merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan.

Kondisi prasarana dan sarana air minum memberikan pengaruh besar pada kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan menargetkan penambahan akses aman air minum di akhir tahun 2019 sebanyak 27,6 juta Sambungan Rumah (SR) melalui jaringan perpipaan.

"Selain membangun infrastruktur berskala masif, kami juga fokus pada pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin perkotaan, misalnya penyediaan air minum, sanitasi, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan penataan kawasan kumuh," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mendorong pemerintah daerah (pemda) agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya pada kawasan perkotaan juga bisa menikmati air bersih melalui jaringan perpipaan yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Salah satunya, melalui Program Hibah Air Minum dan Sanitasi yang terdiri dari Program Hibah Air Minum Perdesaan, Program Hibah Air Minum Perkotaan, Program Hibah Sanitasi, Program Hibah Air Limbah Setempat, dan Program Hibah Air Limbah Perkotaan.

PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) belum menyentuh layanan air bersih bagi MBR perkotaan. Padahal masih tersedia kapasitas produksi yang belum terpakai (idle capacity).

PDAM masih belum memprioritaskan melakukan investasi berupa pemasangan perpipaan ke hunian MBR karena biayanya yang cukup besar, disamping itu minat MBR menjadi pelanggan juga terkendala oleh daya beli yang rendah.

Isu ini direspon oleh Kementerian PUPR melalui terobosan Program Hibah Air Minum Perkotaan dalam mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air minum perpipaan yang diprioritaskan bagi MBR dalam rangka meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat.

Untuk mendapatkan dana hibah dari Program Hibah Air Minum ini, Pemda melalui PDAM disyaratkan melakukan investasi terlebih dahulu jaringan perpipaan hingga ke sambungan ke rumah-rumah MBR yang telah diusulkan sebelumnnya.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved