Pilpres 2019

Demokrat Yakin Prabowo Minta Wejangan ke SBY untuk Menangkan Pilpres

Agus Hermanto memaparkan tujuan Prabowo bertemu SBY untuk meminta wejangan bagaimana memenangkan Pilpres 2019

Demokrat Yakin Prabowo Minta Wejangan ke SBY untuk Menangkan Pilpres
KOMPAS.com/Sandro Gatra
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/3/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan berlangsung di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Kamis (27/7/2017) malam nanti. 

Salah satu pembahasan malam ini yaitu masih seputar tentang Pilpres 2019. Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto.

Agus mengatakan, tujuan Prabowo bertemu SBY untuk meminta wejangan bagaimana memenangkan Pilpres 2019. "Pak Prabowo yang ingin mencalonkan diri tentunya ingin meminta pandangan untuk memperoleh kemenangan dalam Pilpres," ujar Agus di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Agus menilai sikap Prabowo meminta wejangan wajar diapresiasi, mengingat SBY telah memenangkan Pilpres selama dua periode dan mempunyai pengalaman baik selama jadi presiden.

"Pak SBY banyak prestasi yang betul-betul dicanangkan dan akselerasi," ungkap Agus.

Wakil Ketua DPR itu menambahkan koalisi Gerindra dan Demokrat bisa saja terjadi. Hal ini mengingat UU Pemilu yang baru mewajibkan 20 persen ambang batas suara.

"Mau berkoalisi sah-sah saja. Karena Gerindra dan Demokrat mau berkoalisi sudah lebih dari 20 persen," jelas Agus.

Sebelumnya, Sekretariat Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa pertemuan keduanya salah satunya akan membahas tentang Pemilu 2019.

Pertemuan antar-elite politik, menurut dia, amat penting. Pasalnya, Indonesia memiliki model politik patron, di mana kesamaan mudah terbangun jika antarpartai politik rutin berdiskusi.

"Sehingga kalau pemimpinnya sering bertemu, membicarakan persoalan-persoalan bangsa maka perbedaan-perbedaan pandangan bisa lebih cepat diselesaikan," kata Muzani.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved