Jokowi Klaim Kantongi Data Mana Saja Pos-pos di Kehutanan yang Main Proyek

Jokowi menilai orientasi proyek dalam program pengelolaan hutan sudah seharusnya dihilangkan.

Jokowi Klaim Kantongi Data Mana Saja Pos-pos di Kehutanan yang Main Proyek
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Presiden Joko Widodo di Kawasan Greenland International Industry Center (GIIC) Cikarang, Bekasi, Jumat (28/7/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengancam jajarannya yang masih berorientasi proyek ketika menyusun rencana dan program Pemerintah dalam pengelolaan hutan.

“Saya ingatkan itu setop. Ini kawan-kawan semua, rekan-rekan saya semua, tapi kalau tidak setop, hati-hati,” ujar Jokowi dalam pidatonya di acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2017 dan Landmark Hutan Indonesia di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Jokowi mengaku telah mengantongi pos-pos yang suka bermain proyek, bahkan yang begitu saja memberikan izin kepada perusahaan untuk kelola hutan yang tidak sesuai peruntukannya karena orientasi proyek tersebut.

“Kalau namanya Taman Nasional perlu dilindungi ya lindungi dengan baik jangan sedikit-sedikit digerogoti, tahu-tahu ratusan ribuan hektar kita biarkan jangan terus-terusan seperti itu,” kata Jokowi.

“Nanti dalam forum tertutup akan saya buka semuanya kalau pengin saya buka, saya kan di dalem, saya mengerti bener. Corrective action itu baik perizinan, jangan asal orang datang diberi, orang datang diberi, sudah itu setop,” kata Jokowi.

Jokowi menilai orientasi proyek dalam program pengelolaan hutan sudah seharusnya dihilangkan.

Jokowi ingin hutan kembali kepada fungsinya dan bisa memberikan manfaat kepada lingkungan sekitarnya.

“Jangan ada lagi ada program-program yang orientasinya proyek, sudah hentikan itu, arahnya fokus, konsentrasi daerah dilokalisir tapi bisa dijadikan contoh nanti yang lain tinggal tiru-tiru, sudah terlalu lama kita kerja orientasi proyek, kita blak-blakan saja,” kata Jokowi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved