Jumat, 8 Mei 2026

AHY Menghadap Presiden, Isyaratkan Tak Ada Konflik Antara Jokowi dan SBY

AHY menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (10/8/2017) untuk meminta restu

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Putra Presiden ke-6 RI, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan), berbincang dengan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep (kiri), di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Dalam kesempatan tersebut Agus memohon restu pada Presiden Jokowi sekaligus mengundang Jokowi dan putra-putrinya untuk menghadiri peluncuran The Yudhoyono Institute malam ini. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Yudhoyono institute yang dipimpin Putra sulung Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampaknya akan lebih hanyak fokus pada persoalan persoalan kepemimpinan dan demokrasi Indonesia ke depan.

Jadi tampaknya spirit yang dibawa bersifat jangka panjang, bukan semata mencerminkan perbedaan politik yang saat ini ada.

Maka Pengamat Politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai wajar kalau AHY menghubungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin Indonesia sekarang.

AHY menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (10/8/2017) untuk meminta restu dalam mendirikan sekaligus memimpin The Yudhoyono Institute.

"Putra Pak Jokowi juga hadir, itu simbol bahwa yang mereka kehendaki adalah perbaikan untuk bangsa ke depan," ujar Djayadi Hanan kepada Tribunnews.com, Jumat (11/8/2017).

Baca: Sama-sama Ditahan di Mako Brimob, Al Khaththath Bilang Begini Soal Foto Ahok Berenang

Pertemuan itu juga, imbuhnya, mengisyaratkan bahwa tidak ada masalah mendasar atau konflik yang sifatnya mendasar antara Jokowi dan SBY sebagai mantan presiden.

"Ini hal yang baik untuk diperlihatkan kepada publik, bahwa meskipun ada perbedaan politik saat ini antara kelompok SBY dengan Jokowi dan pendukungnya, itu tidak menghalangi keduanya untuk tetap bersama dalam soal soal mendasar bangsa seperti dalam penyiapan pemimpin bangsa ke depan," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dampak politik jangka pendek pertemuan tersebut cukup jelas, yaitu mencairkan hubungan politik yang agak panas setelah SBY mengkritik pemerintahan Jokowi di pertemuan SBY - Prabowo Subianti di Cikeas, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Putra sulung SBY itu meminta doa restu dan wejangan kepada Presiden Jokowi terkait peresmian The Yudhoyono Institute.

Agus menemui Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (10/8/2017). Usai pertemuan, Agus mengaku mendapat sejumlah wejangan dari Jokowi.

"Presiden Jokowi menyampaikan kepada saya bahwa perkembangan dunia begitu cepat dan anak-anak muda diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya memajukan bangsa, merespons perubahan, cepat beradaptasi, dan mudah-mudahan bisa membawa kemajuan," kata Agus dalam jumpa pers usai pertemuan.

Jokowi tak menemani Agus menyampaikan keterangan pers kepada media. Namun, ia ditemani putera Sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, yang juga ikut dalam pertemuan.

"Besar harapan beliau, anak muda, yang tadi beberapa kali disampaikan, intinya adalah membangun SDM yang utuh, yang unggul karena sekali lagi kompetisi ke depan semakin sengit," ucap Agus.

"Dan kita jangan berkompetisi di dalam saja, justru kita bersatu bersama-sama sebagai sebuah bangsa, kita siapkan diri kita untuk siap berkompetisi dengan apa pun yang ada di luar Indonesia. Itu pesan-pesan beliau," ujar mantan calon gubernur DKI Jakarta itu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved