Breaking News:

Budi Waseso Mengaku Pernah Dicatut Namanya sebagai Penerima Suap

Bandar narkoba, kata Budi, bisa menawarkan uang berkali-kali lipat dari uang yang sebelumnya ditawarkannya.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, bandar narkoba yang diamankan para petugas BNN sering kali berusaha menyuap para petugas dengan uang atau barang.

Budi, di kantornya di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2017), mengatakan, jumlah yang ditawarkan kepada petugas mencapai miliaran. Saat penangkapan bandar narkoba di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu misalnya, seorang bandar narkoba asal Malaysia hendak menyuap petugas BNN sebesar Rp 10 miliar. Namun, petugas menolak uang tersebut.

Bandar narkoba, kata Budi, bisa menawarkan uang berkali-kali lipat dari uang yang sebelumnya ditawarkannya.

"Sering kali ya bukan hanya uang, tapi barang. Permasalahan narkotika rentan dengan masalah uang dan penyuapan. (Uang) Rp 10 miliar kecil karena harga barang bisa sampai Rp 100 miliar. (Jumlah) Rp 50 miliar pun dia mau asal selamat," ujar Budi.

Baca: BERITA FOTO: Mewahnya Ruang Tamu Rumah Bos First Travel Bak Istana Raja

Budi mengaku pernah dicatut namanya sebagai penerima uang dari bandar narkoba.

Seakan ada kiriman uang sebesar Rp 6 miliar yang ditujukan kepada Budi.

Dia menilai, integritas serta komitmen para petugas BNN diperlukan agar tidak tergoda suap bandar narkoba.

"Di Medan kan dibuktikan kan ada penitipan yang seolah-olah buat saya sebesar Rp 6 miliar dan itu sudah terdorong Rp 2,5 miliar cash," ujar Budi.

"Makanya yang harus terbangun adalah komitmen anggota dan harus dihargai anggota yang berhasil menolak ini Rp 10 miliar. Ini sampai pensiun dia enggak akan punya duit Rp 10 miliar," kata Budi.

Penulis: David Oliver Purba
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:  Budi Waseso Mengaku Pernah Dicatut Namanya sebagai Penerima Suap

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved