Breaking News:

Pemberantasan Perdangangan Orang Diharapkan Melalui Pendekatan HAM

Perwakilan Indonesia menekankan pentingnya kerja sama negara-negara kawasan ASEAN untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

internationalpoliticalforum.com
ILUSTRASI Human Trafiling 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perwakilan Indonesia menekankan pentingnya kerja sama negara-negara kawasan ASEAN untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pernyataan itu diungkapkan dalam acara Konsultasi Lintas Sektor (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) AICHR di Grand Hyatt Regency Yogyakarta.

Dalam upaya pemberantasan itu, Dinna Wisnu yang merupakan Wakil Indonesia dari AICHR mengharapkan kerja sama tersebut harus ramah terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

"Komitmen ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada rakyat dalam membangun Komunitas yang peduli dan saling berbagi adalah signifikansi untuk segera diterapkannya pendekatan berbasis HAM dalam memberantas TPPO. Khususnya karena modus operandi kejahatan ini terus berubah sejalan dengan masih dapat titik lemah dalam penegakan hukum lintas batas di ASEAN," ujar Dinna berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri, Selasa (29/8/2017).

Kawasan ASEAN, kata Dinna, tidak lagi menjadi sekadar tempat transit dan menerima korban, ASEAN telah menjadi pengirim.

Baca: Bandit-bandit itu Masih Bebas Berkeliaran di Luar

Ia menuturkan pelaku yang berasal dari negara kawasan maupun dari luar kawasan yang beroperasi di wilayah ASEAN menggunakan kerentanan sistem penegakan hukum dan kerentanan masyarakat kita untuk menjangkau “perekrut” yang memperluas jaringan kejahatan ini.

"Kini para pelaku kejahatan ini merekrut mereka yang seharusnya dipercaya dan melindungi korban, anggota keluarga, oknum pejabat lokal, guru/tokoh masyarakat," ucap Dinna.

Dinna mengatakan setiap hari muncul korban baru dan korban semakin muda usia, bahkan yang dianggap tidak rentan (berpendidikan tinggi, kelas menengah, dan keluar negeri secara resmi) telah menjadi korban juga.

"Kita tidak bisa menyerahkan saja masalah ini pada pendekatan penegakan hukum semata karena ada celah; kita juga tidak boleh sekadar menunggu sampai seluruh badan-badan ASEAN menyepakati model kerjasama tertentu karena tiap nyawa berarti; kita harus bertindak bersama sekarang," kata Dinna.

Halaman
12
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved