Menkop dan UKM: Mahasiswa Bisa Menjadi Ikon Re-Branding Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap mahasiswa bisa menjadi ikon dalam upaya Re-Branding koperasi di kalangan generasi muda.

Menkop dan UKM: Mahasiswa Bisa Menjadi Ikon Re-Branding Koperasi
dok. Kementerian Koperasi dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga bertemu dengan para mahasiswa dari Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gajah Mada (UGM), di Grand Keisha Hotel Jogjakarta, Senin malam (28/8/2017). 

"Saya ambil contoh Koperasi Srikandi di Purworejo yang kini semakin berkembang setelah dipegang oleh seorang manajer koperasi. Bahkan, mereka sudah dibina Lotte Mart dalam hal manajemen koperasi dan kualitas produknya. Produk Koperasi Srikandi yang berkualitas sudah bisa dijual di Lotte Mart dan dipasarkan juga di Korea," imbuh Puspayoga.

Menkop juga mengungkapkan, dirinya masih terus memperjuangkan agar koperasi tidak dikenakan pajak negara.

Minimal, pembagian SHU bagi anggota koperasi tidak termasuk dalam bagian yang dikenakan pajak.

Pasalnya, saat ini, koperasi sudah dikenakan pajak dari mulai sebelum SHU dibagikan (25%) hingga setelah dibagikan (10%).

"Banyak negara maju seperti Singapura, justru membebaskan koperasi dari kewajiban membayar pajak. Itu salah satu bentuk dukungan kongkrit pemerintah kepada koperasi. Di kita, hal itu belum terjadi dan masih terus saya perjuangkan," tegas Puspayoga lagi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kopma UGM Akhmad Faqihuddin mengungkapkan, pihaknya pada 28 Oktober 2017 mendatang akan menyelenggarakan Olimpiade Koperasi Siswa Nasional 2017 di Kampus UGM. Pesertanya dari Koperasi Siswa se-Indonesia.

"Materi yang dilombakan diantaranya semua tentang perkoperasian, dari mulai aturan-aturan hukum (UU, Peraturan Menteri), hingga pengenalan koperasi. Kami berharap Menteri Koperasi dan UKM berkenan untuk hadir dan membuka acara olimpiade tersebut", kata Faqihuddin.

Dia menambahkan, saat ini Kopma UGM memiliki anggota sebanyak 1064 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas.

Selain itu, Kopma UGM juga memiliki beberapa unit usaha yang dikelola. Diantaranya, swalayan (minimarket) di kampus UGM, Warparpostel (logistik) kerjasama dengan JNE dan PT Pos dalan jasa pengiriman, konveksi untuk keperluan kampus dan sekolah-sekolah di sekitar kampus UGM, serta kafetaria atau semacam foodcourt di kampus UGM.

"Kita juga baru mengembangkan program yang dinamakan Wirausaha Anggota. Dimana Kopma mendorong para mahasiswa anggota Kopma untuk menjadi wirausaha. Di samping itu, Kopma UGM di usianya yang 35 tahun aktif dan rutin mengadakan RAT," pungkas Faqihuddin.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved