Breaking News:

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Terbaru Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur secara masif ini diharapkan bisa mewujudkan pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan.

Syahrizal Sidik/Tribunnews.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hari ini, Senin (4/9/2017) meluncurkan peta sumber dan bahaya gempa terbaru.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dengan adanya peta gempa terbantu ini, diharapkan menjadi acuan bagi Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia.

"Salah satu indikatornya, di peta gempa 2010, yang namanya sesar (sumber gempa) aktif masih bergerak, itu sekitar 81. Sekarang ini 295 jumlahnya (titik sumber gempa), dengan demikian sudah pasti kita lebih berhati-hati lagi merencanakan," ujar Basuki di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintahan Presiden Jokowi gencar membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

Baca: Djarot Persilakan Ribuan Bikers Aksi Tolak Perluasan Kawasan Larangan Motor

Saat ini proyek strategis nasional tengah digarap totalnya ada 245 proyek dari 15 sektor dan dua program di PSN dengan nilai investasi Rp 4.197 triliun.

Pembangunan infrastruktur secara masif ini diharapkan bisa mewujudkan pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan.

Dengan adanya peta gempa ini, apakah ada dampak langsung terhadap progres pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan?

"Enggak (ada dampak langsung) jadi ini bukan berarti wah ini gak boleh dibangun, dengan adanya data ini, berarti orang-orang sipil, yang merencanakan dia safety factornya harus dinaikkan, dengan teknologinya, dengan metodologinya, itu lebih berhati-hati," kata Basuki.

Ada pun, menurut Kepala Badan Litbang (Balitbang) Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga penyusunan pembaharuan Peta Gempa 2017 ini mengacu konsep Probablistic Seismic Hazard Analysis (PHSA) dan Deterministic Seismic Hazard Analysis.

"Peta terbaru ini menggunakan data dan informasi serta metode terkini untuk wilayah Indonesia," ujar Danis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved