Breaking News:

Basuki: Restorasi Lahan Gambut Harus Dilakukan Secara Tepat

Basuki mengatakan, pengelolaan ekosistem gambut harus dilakukan secara tepat.

Syahrizal Sidik
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Sindangheula di Serang, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Restorasi lahan gambut harus dilakukan dengan sangat hati-hati, karena lahan gambut termasuk ke dalam ekosistem yang rentan terbakar terutama saat kondisi kering.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian PUPR dan Badan Restorasi Gambut di Kantor Kementerian PUPR,.

Restorasi lahan gambut merupakan salah tugas Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, dalam hal ini kegiatan yang dilakukan antara lain dengan menutup atau menimbun kanal-kanal eks proyek lahan gambut secara bertahap.

"Setahu kami, mengelola gambut atau rawa ini seperti merawat bayi. Ini adalah living environment, sehingga perlu dikelola dengan penuh kasih sayang betul," kata Basuki.

Sebagai negara dengan luas ekosistem gambut terbesar keempat di dunia, Basuki mengatakan, pengelolaan ekosistem gambut harus dilakukan secara tepat.

Hal ini guna mendukung pembangunan serta sumber daya ekonomi masyarakat, di samping mengurangi kadar pencemaran emisi udara.

Baca: FPI Berencana ke Myanmar, Wiranto: Tunggu Dulu

Salah contoh pemanfaatan lahan gambut yaitu pemanfaatan satu juta hektar lahan untuk pertanian tanaman pangan di Kalimantan Tengah.

"Lahan gambut ini selain sebagai cadangan air, juga sebagai sumber pengairan sawah kalau kita bisa mengelolanya dengan hati-hati," ujar Basuki.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved