Breaking News:

Kasus First Travel

'Raja dan Ratu' First Travel Sampaikan Pesan Ini kepada Korbannya dari Balik Jeruji Penjara

Dari balik teralis besi, Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman beserta sang istri, Anniesa Hasibuan dan adiknya, Kiki memohon maaf

ISTIMEWA
Tiga bos first travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari balik teralis besi, Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel Andika Surachman beserta sang istri, Anniesa Hasibuan dan adiknya, Kiki Hasibuan memohon maaf kepada para calon jemaah umrah.

Permohonan maaf ini disampaikan Andika, Anniesa, dan Kiki yang kini mendekam di Rutan Polda Metro Jaya, melalui Kuasa Hukum nya, Deski.

"Saya mau menginformasikan untuk semua jemaah, pesan Pak Andika yang disampaikan ke kami bahwa Pak Andika, Bu Anniesa dan Bu Kiki memohon maaf, meminta dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya," kata Deski menyampaikan pesan Andika, dalam rapat kreditur yang diselenggarakan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

Deski mengungkapkan, Andika beserta Anniesa dan Kiki mengakui mereka lalai yang berakibat puluhan ribu calon jemaah tak kunjung diberangkatkan umrah.

Baca: Cornelia Agatha Kepergok Jalan Bareng Rizal Ramli ke Abu Dhabi, Netizen: Janda Sama Duda

Padahal, calon jemaah ini sudah membayar lunas biaya perjalanan umrah mereka.

Bos First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman
Bos First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman (Facebook)

"Kedatangan kuasa hukum ke sini adalah sebagai rasa tanggung jawab kami sampai saat ini. Apapun yang berkembang di media, kami anggap teguran buat kami dari Allah SWT, mudah-mudahan dengan proses PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang), proses di Bareskrim merupakan awal mula kebangkitan kebaikan yang akan kami terima," kata Deski.

Pesan Andika lainnya adalah menyarankan para calon jemaah untuk mengajukan penagihan PKPU.

Dengan demikian, lanjut dia, hak-hal calon jemaah dapat terpenuhi.

Baca: Egy Maulana Antar Indonesia Taklukkan Myanmar 2-1

Halaman
123
Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved