Tragedi Kemanusiaan Rohingya
Pemuda Muhammadiyah Minta Jangan Stigmatisasi Suatu Kelompok Terkait Rohingya
Ia meminta konflik di Myanmar jangan direproduksi di dalam negeri karena bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Penulis:
Rizal Bomantama
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta masyarakat Indonesia untuk tidak memberikan suatu stigma terhadap kelompok tertentu di dalam negeri setelah melihat kondisi pembantaian etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Dahnil mengatakan tidak etis bila konflik di Myanmar tersebut dibawa ke dalam negeri.
"Saya minta masyarakat setelah melihat konflik Rohingya tidak memberikan stigma kepada kelompok masyarakat lain terutama dari agama Buddha. Muhammadiyah menolak itu," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Ia meminta konflik di Myanmar jangan direproduksi di dalam negeri karena bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Baca: Dahlan Iskan Bebas, Pengadilan Tinggi Surabaya Kabulkan Bandingnya
Dengan kata lain konflik ke Myanmar malah bisa merembet ke Indonesia.
"Kalau semua orang muslim di dunia dianggap teroris pasti kita tidak suka, begitu juga dengan umat Buddha, oleh karena itu Muhammadiyah menolak stigmatisasi terhadap kelompok tertentu."
"Lagu seperti itu jangan direproduksi demi merawat keutuhan bangsa. Kisruh di negeri orang jangan dibawa ke dalam negeri," ujarnya.