Breaking News:

Tahun Politik 2019, Menteri PUPR: Kami Tetap Fokus Selesaikan Target Pembangunan

Meski tahun depan adalah tahun politik, kerja Kementerian PUPR tetap fokus untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur.

dok. Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyampaikan penjelasan pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI yang membahas Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA K/L) Kementerian PUPR dan Nota Keuangan RAPBN di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017). 

Sebagai salah satu Kementerian yang menjadi ujung tombak pembangunan infrastruktur Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap fokus menyelesaikan berbagai target pembangunan infrastruktur sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Peran infrastruktur bertujuan untuk mendorong investasi, pemerataan dan keadilan pembangunan dengan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

"Meski tahun depan adalah tahun politik, kerja Kementerian PUPR tetap fokus untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan langsung," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyampaikan penjelasan pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI yang membahas Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA K/L) Kementerian PUPR dan Nota Keuangan RAPBN di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR merupakan kementerian dengan alokasi anggaran terbesar yakni sebesar Rp 106,91 triliun.

Anggaran terbesar dialokasikan pada program peningkatan konektivitas sebesar Rp 41,3 triliun, ketahanan pangan dan air Rp 37,3 triliun, permukiman Rp 15,9 triliun, perumahan Rp 9,6 triliun.

Dari segi postur anggaran, anggaran Kementerian PUPR menitikberatkan pada belanja modal sebesar 70 persen untuk konstruksi, peralatan, mesin dan untuk pengadaan tanah diluar proyek strategis nasional yang sudah dibiayai oleh LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

"Peningkatan konektivitas tahun 2018 dilakukan melalui pembangunan jalan baru sepanjang 864 km dan preservasi jalan nasional 46.000 km. Sementara target pembangunan jalan tol adalah 615 km dimana 25 km diantaranya merupakan porsi pemerintah," ujar Menteri Basuki.

Untuk mencapai ketahanan pangan dan air, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran bagi pembangunan 47 bendungan, dengan komposisi 11 bendungan baru dan 36 bendungan yang merupakan lanjutan pekerjaan tahun sebelumnya (on-going).

Selain itu, akan dilakukan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 54.000 hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak seluas 160.000 hektar.

Disektor permukiman, cakupan layanan air minum nasional juga ditingkatkan dengan membangun sistem penyediaan air minum dengan target produksi 9.372 liter per detik.

Pengolahan air limbah diberbagai daerah juga diprioritaskan dibangun untuk 860.836 kepala keluarga.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved