Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Anda Berniat Bantu Pembangunan Rumah Sakit Rohingya, Setorkan Uang Anda Ke Rekening Ini

Palang Merah Indonesia (PMI) membuka rekening, bagi masyarakat yang hendak membantu pembangunan rumah sakit tersebut.

EPA
Warga Rohingya memilih untuk menempuh perjalanan berat menuju perbatasan Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari risiko kekerasan di Rakhine. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit oleh pemerintah dan Masyarakat Indonesia di Rakhine State, Myanmar, masih dibutuhkan bantuan dari masyarakat.

Oleh karena itu Palang Merah Indonesia (PMI) membuka rekening, bagi masyarakat yang hendak membantu pembangunan rumah sakit tersebut.

Sekretaris Jenderal PMI Ritola Tasmaya, dala siara pers yang diterima Tribunnews.com, menyebutkan bahwa masyarakat yang berniat menyumbang, bisa menyetorkan bantuan mereka ke Bank Mandiri nomor rekening atas nama Palang Merah Indonesia Pembangunan RS Myanmar, dan ke BCA dengan Nomor Rekening 206.300334.4 atas nama Kantor Pusat PMI.

"Penggalangan donasi kemanusiaan PMI untuk pembangunan RS Indonesia di Myanmar ini merupakan permintaan dari pemerintah kepada PMI. Sebagai perhimpunan nasional di Indonesia, PMI bertugas untuk membantu pemerintah," katanya.

Rencanannya, rumah sakit tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar milik pemerintah Myanmar, di Rakhine State. Rumah Sakit tersebut dibangun atas kerjasama pemerintah dan masyarakat, termasuk di antarnya adalah PMI dan Merc.

Baca: JIN Laporkan Agus Rahardjo, Jaksa Agung Utus Jamintel

Untuk informasi Lebih lanjut dapat menghubungi; Ria Thahir, Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya dan Kerjasama, Markas Pusat PMI, HP. 08161310911, Kepala Biro Humas PMI Pusat, Aulia Arriani, HP. 0816735973, Kontak Media, Anggun Permana Sidiq, HP. 085697777313

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kekeraan terhadap warga Rohignya di Rakhine State, belakangan terus meningkat. Diduga ratusan hingga ribuan warga Rohingya tewas akibat berbagai kekerasan yang terjadi. Sementara itu ratusan ribu lainnya mengungsi keluar Myanmar.

Warga Rohingya adalah pendatang muslim dari Bangladesh, yang sudah ratusan tahun mendiami Rakhine State. Belakangan oleh pemerintah Myanmar, keberadaan mereka tidak diakui. Mereka lalu menjadi korban kekerasan dari pemerintah dan warga pribumi Myanmar.

Kekerasan itu juga berujung pada pembentukan Arakan Rohignya Salvation Army (ARMY), yang merupakan kelompok bersenjata bentukan warga Rohingya, untuk melawan pemerintah dan warga Myanmar.

Kelompok tersebut, berafiliasi dengan Al Qaeda di Afganistan, yang sudah dicap sebagai kelompok teroris oleh berbagai negara.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved