Minggu, 31 Agustus 2025

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Pengungsi Rohingya Kekurangan Makanan, Minuman, dan Air Bersih

Saat ini Dubes RI Bu Rina sedang melakukan identifikasi barang yang paling dibutuhkan oleh pengungsi

Editor: Johnson Simanjuntak
Rina Ayu/Tribunnews.com
Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia mempersiapkan diri untuk menyampaikan laporan Marathon Diplomacy, dihadapan Komisi I DPR RI, ruang Komisi I gedung DPR Itu, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/9). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan hasil Maraton Diplomacy baik ditingkat Nasional dan Internasional untuk membantu penyelesaian konflik kemanusiaan Rakhine State, Myanmar.

Penyampaian tersebut dilaporkan dihadapan Komisi I DPR RI di ruang Komisi I, gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

"Saat ini Dubes RI Bu Rina sedang melakukan identifikasi barang yang paling dibutuhkan oleh pengungsi sejak pertemuan bersama Perdana Menteri Bangladesh," ujar Retno.

Ia menyatakan pengungsi Rohingya baik di Bangladesh dan Myanmar sangat memerlukan bahan makanan, minuman, serta air bersih.

"Bu Dubes di sana sedang bekerja mencari tau barang yang sangat dibutuhkan pengungsi," katanya.

Lanjutnya, pengungsi yang beragama Islam berlari ke arah Utara.

Sedangkan, pengungsi yang beragama Buddha berlari ke arah Barat.

"Kelompok sipil seperti anak-anak dan perempuan yang menjadi korban ini yang menjadi sangat penting untuk terus dibantu," ujar Mantan duta besar RI di Belanda.

Ia mengatakan untuk akses bantuan kemanusiaan nantinya akan dibantu langsung oleh Pemerintahan Myanmar.

"Termasuk bersama Red Cross Movement, negara Amerika, Inggris, Australia, juga akan membantu. saya juga mengusulkan pada Daw Aung San Suu Kyi untuk juga melibatkan ASEAN dalam penyaluran bantuan," kata Retno.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan