Breaking News:

Penyalahgunaan Obat

Begini Modus Pelaku Sebarkan Tablet PCC Kepada Anak dan Remaja

"Ada orang dewasa mendatangi beberapa korban dan mengiming-imingi secara gratis,"

ISTIMEWA
Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM RI Hendri Siswadi menjelaskan awal mula terjadinya kasus peredaran tablet PCC yang membuat 1 orang tewas dan 42 orang lainnya dirawat di rumah sakit di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut ada orang yang mendatangi para korban dan menawarkan mereka PCC tanpa harus membayar.

Baca: Polisi Geledah Pabrik Pengolahan PCC di Cimahi

"Ada orang dewasa mendatangi beberapa korban dan mengiming-imingi secara gratis," ujar Hendri, saat ditemui di Gedung C, Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

Kepada korban yang masih di bawah umur, orang yang menyebarkan tablet PCC mengatakan obat yang diberikannya bisa menghilangkan rasa pusing jika dikonsumsi tiga kali.

"(Orang itu mengatakan pada para korban) 'Kalau ada yang pusing dan stres, ini obatnya, makan tiga kali'," jelasnya.

Baca: BPOM: Tablet PCC Sudah Tidak Ada di Toko Obat, Kecuali Beredar Secara Ilegal

Sementara kepada korban remaja yang usia 19 tahun, orang penyebar tablet PCC menebut obat yang dibawanya sebagai obat penambah tenaga atau energi.

"Kalau (untuk) anak yang umur 19 tahun, (orang itu) menyebutkan (PCC) ini bisa digunakan untuk menambah energi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengatakan adanya unsur kesengajaan dalam pemberian tablet PCC tersebut agar remaja penerus bangsa 'rusak' secara mental dan bertindak agresif.

"Jadi ini hasil wawancara kami dengan korban di Kendari, itu kami menyimpulkan ada unsur kesengajaan," kata Penny.

Baca: BPOM: Konsumsi Tablet PCC Jangka Pendek Saja Sudah Bahaya, Apalagi Jangka Panjang

Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk menanggapi perkembangan kasus peredaran PCC yang mengandung tiga kandungan, yakni Parasetamol, Carisoprodol, dan Cafein.

Tablet yang dikonsumsi sejumlah remaja di Kendari itu menewaskan 1 orang dan membuat 42 orang lainnya dirawat di rumah sakit.

PCC merupakan produk ilegal dan tidak pernah terdaftar sebagai obat di Badan POM.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved