Berita Parlemen

Fadli Zon: Banyak Mafia Tanah Cari Keuntungan

Kasus mafia tanah seperti tak pernah ada habisnya. Tak jarang penegak hukum pun ikut bermain dalam sengketa tanah.

Fadli Zon: Banyak Mafia Tanah Cari Keuntungan

TRIBUNNEWS.COM - Kasus mafia tanah seperti tak pernah ada habisnya. Tak jarang penegak hukum pun ikut bermain dalam sengketa tanah.

Demikian dikemukakan dalam perbincangan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menerima delegasi masyarakat korban penyerobotan tanah di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Tanah masyarakat, bahkan yang sudah memiliki sertifikat hak milik, kerap dikorbankan untuk pembangunan infrastruktur jalan tanpa ganti rugi yang memadai.

“Kalau kita melihat banyak kasus pertanahan dari sejak tahun 1965, hak-hak masyarakat atas tanah, bahkan yang memiliki sertifikat, diserobot oleh korporasi atau kepentingan usaha besar. masyarakat seringkali dikorbankan. Nanti kami akan pelajari lebih jauh, apa yang bisa dilakukan dalam kasus ini,” ucap Fadli usai pertemuan.

Masalah penyerobotan tanah pun telah diserahkan ke Komisi II DPR, yang kebetulan bermitra dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sebetulnya, pengadilan juga sudah menetapkan agar masyarakat pemilik tanah ini diberikan ganti rugi, tapi hingga kini belum diterima.

“Saya kira mafia tanah faktanya memang ada. Korporasi besar yang paling banyak membutuhkan tanah harus tetap proper pada masyarakat. Tidak bisa tanah masyarakat main ambil, tapi tidak diberikan konpensasi dan anti ganti rugi yang sepadan. Saya kira ini yang menimbulkan konflik di masyarakat dan tidak pernah tuntas,” ujar Fadli.

Konflik tanah, sambung Fadli, selalu muncul akibat penegakan hukum yang lemah dan banyak mafia tanah yang bermain mencari keuntungan. Bahkan, para pengacara yang sudah disewa untuk membela masyarakat malah ikut bekerja sama dengan pihak yang merampas hak tanah masyarakat. 

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved