Buku Kuliner Bung Karno Bisa Jadi Panduan Wisata Indonesia

Buku itu dibuat selama tujuh tahun yang isinya penjabaran atas kekayaan Indonesia.

Buku Kuliner Bung Karno Bisa Jadi Panduan Wisata Indonesia
Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI-P menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pariwisata dan seminar nasional.

Tujuannya untuk mengembangkan sektor pariwisata dan kuliner di Indonesia.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan buku tulisan Bung Karno berjudul Mustika Rasa bisa jadi panduan wisatawan mengenal kuliner dari dalam negeri. Karena di dalam buku tersebut terdapat berbagai macam makanan dilengkapi dengan cara memasaknya.

"Buku itu dibuat selama tujuh tahun yang isinya penjabaran atas kekayaan Indonesia. Dalam buku itu menampilkan bagaimana kekayaan Indonesia dari sisi budaya dan kulinernya," ujar Hasto di gedung DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Hasto mengungkapkan, hanya Indonesia sebuah negara yang begitu kaya dan dikaruniai seluruh bumbu berbagai resep makanan dan masakan. Demikian juga soal pariwisata, Indonesia dikaruniai begitu banyak keindahan alamnya. 

"Bicara pariwisata dalam perspektif budaya sangat luas. Maka, mari kita gelorakan semangat berdikari dalam budaya kita, untuk pariwisata kita, untuk kuliner kita" ungkap Hasto.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut sektor pariwisata mempunyai dua keunggulan yang bisa dijual yaitu budaya dan komersial. Hal itu kata Arief harus bisa berjalan beriringan agar bisa mendapatkan nilai tambah dari sekedar menjual produk makanan atau destinasi.

Baca: Pidanakan Bos Allianz, Ifranius Sengaja Ingin Beri Efek Jera


"Apa yang dijelaskan pak Hasto menjelaskan cultur value (nilai budaya)," kata Arief.

Saat ini Kementerian Pariwisata telah menentukan empat makanan nasional yaitu Rendang, Soto, Sate, dan Gado-gado. Empat kuliner tersebut akan jadi ujung tombak untuk membantu promosi destinasi wisata di Indonesia.

"Kelebihan kuliner kita punya banyak, tapi kelemahan kita juga karena banyak. Karena itu kami sudah memilih empat kuliner jadi makanan nasional," ungkap Arief.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved