Breaking News:

3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Bagaimana Hasilnya?

Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berusia 3 tahun bulan ini. Sejumlah pencapaian kinerja ekonomi telah dihasilkan, menunjukkan angka-angka cukup baik.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/Laily Rachev/Setp
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Memimpin Rapat Terbatas Membahas tentang Dosen Non PNS pada Perguruan Tinggi Negeri Baru di Kantor Presiden, Rabu (06/01/2016) TRIBUNNEWS.COM/Laily Rachev/Setpres 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berusia tiga tahun pada bulan ini. Sejumlah pencapaian kinerja ekonomi telah dihasilkan, yang menunjukkan angka-angka cukup baik.

Menurut Arif Budimanta, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), setidaknya ada sejumlah capaian pemerintah yang perlu diapresiasi.

“Hasilnya menunjukkan bahwa keadilan ekonomi makin baik,” ujarnya saat jadi pembicara pada acara Kaukus  Muda Indonesia di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Misalnya, kata Arif, capaian tersebut bisa dilihat pada angka kemiskinan. Sepanjang 2015-2017 misalnya, pemerintahan Jokowi telah membebaskan 821.570 jiwa warga dari status miskin. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan Maret 2017 sebesar 10,64 persen, jauh di bawah Maret 2015 yang masih 11,22 persen.

Tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat juga makin berkurang. Seperti diindikasikan melalui rasio GINI, pada Maret 2017 tercatat 0,393. Padahal, pada Maret 2015 masih 0,408.

Selainitu, dalam tiga tahun, lebih dari 3 juta tenaga kerja baru telah terserap lapangan kerja.

“Tingkat pengangguran bahkan mencapai titik terendah sejak 18 tahun terakhir,” ujar Arif.

Capaian lainnya, lanjut Arif, jumlah siswa yang putus sekolah juga mengalami penurunan lebih dari 200 ribu siswa. Kualitas hidup juga mengalami peningkatan, seperti diindikasikan oleh angka harapan hidup yang menjadi 70,90 tahun pada 2016 dari 70,59 tahun pada 2014.

“Hal itu juga didukung oleh laju kenaikan harga yang stabil, dengan inflasi yang konsisten di bawah 4 persen,” ungkapnya.

Dengan membaiknya indikator-indikator tersebut, indeks kesengsaraan (misery indeks) masyarakat juga mengalami penurunan drastis. Jika pada 2014 masih ada di posisi 14,3, maka selama pemerintahan Jokowi berada di kisaran 8,63-9,53.

“Ini mengindikasikan makin banyak masyarakat yang mampu keluar dari tekanan kesengsaraan,” ujar Arif.

Arif melanjutkan, layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat juga senantiasa mengalami kenaikan. Hal ini didukung oleh akses masyarakat kepada layanan kesehatan yang makin terbuka, dengan distribusi Kartu Indonesia Sehat yang saat ini sudah lebih dari 92 juta kartu diterima penduduk.

Akses terhadap sanitasi dan sumber air minum yang layak juga semakin meningkat. Saat ini, masing-masing mencapai 67,80 dan 71,14 persen. Capaian tersebut juga didukung melalui pemanfaatan dana desa. Hingga Agustus 2017, sudah 35.845 desa yang sanitasinya diperbaiki.

Sementara capaian lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang terjaga, walaupun sempat mengalami penurunan pada 2015. Namun pada 2016 telah naik kembali.

“Pemerintah harus menjaga momentum baik ini agar terus terjaga, bahkan dapat lebih baik lagi,” katanya.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved