Polemik Panglima TNI

Anggota Komisi I Minta Spekulasi Penolakan Panglima TNI ke AS Dihentikan

Komisi I DPR RI mengapresiasi respon cepat perwakilan Amerika Serikat (AS) terkait larangan Panglima TNI memasuki negara tersebut.

Anggota Komisi I Minta Spekulasi Penolakan Panglima TNI ke AS Dihentikan
TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 4.500 Prajurit TNI AD, AL dan AU di Hanggar Lanud, Sri Mulyo Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (17/10/2017). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Komisi I DPR RI mengapresiasi respon cepat perwakilan Amerika Serikat (AS) terkait ditolaknya Panglima TNI memasuki negara tersebut.

Dimana, Kedubes AS memberikan penjelasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak dilarang datang ke wilayahnya.

Selain itu, Kedubes AS juga mengharapkan datangnya Panglima TNI ke Negara Paman Sam itu demi memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Joseph F Dunford dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC.

"Kita berharap dengan penjelasan dari pihak Kedubes ini menghilangkan spekulasi-spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai pembatalan kunjungan Panglima," ujar Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo Pereira kepada Tribunnews.com, Senin (23/10/2017).

Baca: Anggota Komisi I Minta AS Jelaskan Alasan Larangan Masuk Terhadap Panglima TNI

Untuk itu menurutnya, lebih baik bangsa ini fokus pada membangun kerjasama yang lebih erat antara kedua negara melalui kerangka kerjasama yang sudah disepakati antara Indonesia dengan AS.

Amerika Serikat telah memastikan mencabut larangan atas kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Duta Besar AS di Indonesia ketika menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat pada Senin (23/10/2017).

"Mereka menyampaikan larangan itu juga tidak ada, sudah dicabut dan Jenderal Gatot (sudah diperbolehkan) untuk melanjutkan kunjungannya ke AS," ujar Menlu Retno di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin.

Selain itu, melalui Wakil Dubes AS, Pemerintah AS secara resmi melayangkan permohonan maaf atas peristiwa pelarangan itu. Pemerintah AS, menurut Retno, mengakui bahwa kebijakannya itu menyebabkan ketidaknyamanan hubungan Indonesia-AS.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved