Jasa Marga Pastikan Tidak Akan PHK Karyawan Gardu Tol

"Kami pastikan berita tersebut tidak benar, kami tetap pada komitmen tidak melakukan PHK," ujar AVP Corporate Communication Jasa Marga

Jasa Marga Pastikan Tidak Akan PHK Karyawan Gardu Tol
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kendaaraan roda empat memasuki Gerbang Tol Otomatis (GTO) di Pintu Tol Ciledug, Jakarta, Kamis (13/10/2016). PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan akan menambah jumlah gardu tol elektronik (GTO) sebanyak 106 GTO sehingga jumlah GTO di akhir tahun 2016 mencapai 505 GTO atau 50% dari keseluruhan gardu operasi, peningkatan jumlah GTO dilakukan guna meningkatkan pelayanan di bidang transaksi, terutama dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan tidak akan melakukan tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan penjaga tol melainkan dengan alih profesi ke induk maupun anak perusahaan.

Baca: Di Hadapan Jokowi, Perwakilan Gereja Sampaikan Dukungannya terhadap Program Pemerintah

Sebagaimana diketahui, sebelumnya beredar kabar perihal Jasa Marga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat elektronifikasi dengan nilai pesangon yang jumlahnya lebih kecil dari yang seharusnya.

"Kami pastikan berita tersebut tidak benar, kami tetap pada komitmen tidak melakukan PHK," ujar AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/11/2017).

Lebih lanjut, Dwimawan menambahkan, bagi petugas gardu tol yang tidak lagi bekerja sebagai pengawas Gerbang Tol Otomatis (GTO) maupun Gerbang Semi Otomatis (GSO), Jasa Marga akan mengalih profesikan karyawannya melalui program A-Life sejalan dengan perkembangan usaha bisnis perseroan dalam tiga tahun ke depan yang akan mengoperasikan 600 kilometer jalan tol baru.

"Kepada mereka diberikan kebebasan secara sukarela untuk memilih bergabung atau tidak pada program A-life ini," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, program alih profesi sudah diterapkan pada Senin (16/10/2017) yang diawali dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) kompetensi karyawan dari Jasa Marga Learning Institute (JMLI), sesuai dengan minat yang dipilih.

Namun, pada tahap awal, diklat baru menawarkan sebanyak 900 posisi baru bagi karyawan gardu tol. Sisanya 400 karyawan lainnya masih bisa memilih opsi menjadi wirausaha yang dibina oleh perseroan.

Beberapa posisi baru yang ditawarkan, antara lain bagian adminstrasi perusahaan, pelayanan pelanggan, administrasi pengolah aset, serta pengolah data.

Sementara, karyawan yang tak ingin beralih profesi ke kantor cabang, kantor pusat, maupun anak usaha, operator jalan tol tersebut juga menyediakan pembinaan wirausaha.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved