Rabu, 21 Januari 2026

Pilkada Serentak

Alasan PDIP Tunjuk I Wayan Koster Jadi Cagub Bali Meski Pernah Tersangkut Kasus di KPK

Saat ditemui usai diusung secara resmi, I Wayan Koster tidak banyak memberikan komentar mengenai kasus tersebut.

Tribunnews.com/Rina Ayu
I Wayan Koster berpasangan dengan Cok Oka Arthadan (Cok Ace) menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 Provinsi Bali dari PDI-P. 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan Anggota DPR  I Wayan Koster pernah dikaitkan pada kasus korupsi Hambalang.

Politikus PDIP asal Bali ini disebut-sebut sebagai penerima fee dari Yulianis, Wakil Direktur Keuangan Permai Group.

Saat ditemui usai diusung secara resmi sebagai bakal calon gubernur Bali dari PDIP, I Wayan Koster tidak banyak memberikan komentar mengenai kasus tersebut.

"Kalau masalah itu diserahkan saja ke pihak yang berwenang," ujar Koster di kantor DPP PDIP Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Baca: Megawati: Meski Orangnya Kecil dan Kurus Tapi Wayan Koster Pintar

Sedangkan menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, ia tak mempermasalahkan pernah tersangkutnya I Wayan Koster dan sempat dipanggil KPK.

"Memang dipanggil KPK bersalah. Saya juga pernah dipanggil tapi ketika saya dipanggil dalam kekuasaan yang powerfull. Ternyata bisa disalahgunakan pak Abraham Samad saat itu," ujar Hasto yang ditemui di tempat yang sama.

Anggota PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira mengatakan sampai sekarang kasus tersebut juga tidak berlanjut.

"Beliau (I Wayan Koster) sempat dijadikan saksi sampai sekarang tidak ada yang berlanjut dalam kasus tersebut saya kira dia ( I Wayan Koster) punya jawaban," terang Andreas yang ditemui usai acara rekomendasi Cagub dan Wagub PDIP untuk provinsi Bali pada Pilkada 2018.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved