Pemuda Tani HKTI Ajak Generasi Millenial Wujudkan Kedaulatan Pangan

Salah satu bahasan penting dalam kegiatan tersebut adalah pesoalan kedaulatan pangan nasional.

Pemuda Tani HKTI Ajak Generasi Millenial Wujudkan Kedaulatan Pangan
IST
Pemuda Tani Himpunan Kerukan Tani Indonesia (HKTI) menggelar acara sarasehan bertema “Penguatan Pemuda Tani Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” di Pesantren Enterpreneurship, Pondok Pendawa, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Pemuda Tani Himpunan Kerukan Tani Indonesia (HKTI) menggelar acara sarasehan bertema “Penguatan Pemuda Tani Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” di Pesantren Enterpreneurship, Pondok Pendawa, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/11/2017) kemarin.

Salah satu bahasan penting dalam kegiatan tersebut adalah pesoalan kedaulatan pangan nasional.

Secara khusus Pemuda Tani HKTI mengajak segenap generasi milenial untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan pertanian, peternakan dan pembudidyaan sebagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan kedaulatan pangan nasional.

Rina Saadah Adisurya selaku Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI mengatakan kedaulatan pangan merupakan hak asasi setiap individu yang itu dijamin undang-undang.

Sebagai hak asasi, kata dia, maka kaum muda ataupun generasi milenial juga menjadi bagian tak terpisahkan sebagai aktor penting mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Saya mengajak segenap genarasi milenial untuk ikut mewujudkan kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai komponen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas," kata Rina Saadah Adisurya mengawali diskusi dalam sarasehan tersebut seperti dalam keterangan pers yang diterima.

Rina menuturkan berbicara tentang kedaulatan pangan, maka  tidak bisa melepaskan dari kedaulatan negara, kedaulatan bangsa dan tentunya kedaulatan petani.

"Contohnya petani kelapa sawit, selama ini pengolahan sawit hanya ada di korporasi, petani hanya menjadi pekerja dalam korporasi tersebut. Maka dari itu, harus ada sistem untuk pengembangan dan kemandirian petani. Hal ini bertujuan untuk membuat petani tersadar supaya bisa menyaingi korporasi," terang Rina.

Menurut Rina, negara ini memiliki tanah yang subur dan luas sehingga kita selaku warga negara harus memanfaatkan potensi tersebut dengan sebaik dan semaksimal mungkin.

"Jangan sampai negara kita mengimpor pangan dari negara lain, padahal negara kita mempunyai potensi untuk mengekspor pangan," tambahnya.

Sarasehan Pemuda Tani ini digelar untuk memantik peran aktif pemuda dan generasi millenial Indonesia dalam penyelesaian problem kedaulatan pangan yang ada di Indonesia, khususnya dalam bidang pertanian, peternakan dan sektor-sektor lain yang berkaitan dengan kedaulatan pangan Indonesia.

"Pemuda dan generasi milenial Indonesia segera mungkin mengambil langkah kongkrit dan peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor-sektor tersebut dengan melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian, melakukan pencerdasan, pendampingan dan upaya pemberdayaan petani, memberikan advokasi-advokasi pertanian serta menjadi sumber daya manusia pembangunan pertanian," jelasnya.

Hal itu penting untuk mencapai kedaulatan pangan nasional sesuai dengan yang tercantum dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

"Kedaulatan pangan itu amanat undang-undang. Kita perlu perkuat barisan untuk menjalankan amanat itu," katanya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved