Breaking News:

Korupsi KTP Elektronik

Jokowi, JK Hingga Luhut Punya Peran Tentukan Pengganti Setya Novanto di DPR

Menurutnya, pertarungan secara politik itu tidak mungkin dilakukan beberapa elite partai saja.

Fransiskus Adhiyuda Prasetia/Tribunnews.com
Yunarto Wijaya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyebut akan terjadi pertarungan politik dalam proses pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Menurutnya, pertarungan secara politik itu tidak mungkin dilakukan beberapa elite partai saja.

Bahkan, melibatkan para eksekutif termasuk Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Akan tetap terjadi pertarungan politik antar kubu yang lama dilekatkan ketika Golkar bertarung. Orang pasti bicara bagaimana sikap Jokowi, sikap LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) akan dibaca dari sikap LBP dan kemudian sikap JK (Jusuf Kalla)," kata Yunarto Wijaya dalam diskusi di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Yunarto mengatakan saat ini beberapa nama kader Golkar yang sudah muncul ke publik yakni, Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Badan Anggaran DPR Aziz Syamsudin.

Baca: 1 Orang Meninggal Dunia dan 294 Bangunan Rusak Akibat Gempa di Pulau Morotai

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika dipetakan secara dukungan banyak orang mengatakan bahwa Aziz Syamsuddin adalah orang dekat Setya Novanto dan mungkin saja didukung Aburizal Bakrie.

Sedangkan, menurut Yunarto, Zainuddin Amali dianggap punya kedekatan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Pertanyaan menarikan kemudian, Presiden ke mana? Menurut saya, kalau melihat gaya berpolitik Jokowi dia akan memunculkan nama ketiga. Saya ragu dua nama yang saya sebutkan tadi, perwakilan dari Novanto dan perwakilan JK bisa memenangkan pertarungan," kata Yunarto.

Yunarto justru menyebut bisa jadi orang-orang pilihan Jokowi adalah kuda hitam yang bisa memenangkan pertarungan ketua DPR RI.

Ia memprediksi dua nama kuda hitam tersebut yakni Bambang Soesatyo dan Agus Gumiwang.

"Itu menurut saya, empat nama dan dua nama yang memiliki pekuang paling kuat atau bisa diartikan 'konstilasi' politik," kata Yunarto Wijaya.

Berita Populer
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved