Breaking News:

Calon Panglima TNI

Marsekal Hadi Tjahjanto Harus Jaga Netralitas TNI

Ridlwan menegaskan, yang paling utama bagi Panglima TNI yang baru adalah menjamin netralitas seluruh jajaran TNI dalam politik.

Warta Kota/henry lopulalan
Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto dalam pelantikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/1/2017). Presiden Joko Widodo menunjuk Marsdya TNI Hadi Tjahjanto sebagai KSAU menggantikan Marsekal Madya Agus Supriatna yang purna tugas. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penunjukkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI dinilai wajar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI yang diajukan kepada DPR RI.

Menurut pengamat intelijen dan militer Ridlwan Habib, rotasi kepemimpinan TNI dari matra udara juga sudah sesuai dengan asas profesionalitas TNI.

"Presiden pasti sudah punya pertimbangan yang matang. Misalnya dari sisi usia jabatan dan kepemimpinan, " ujar Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Hadi dinilai sanggup melakukan pengendalian di level prajurit lintas angkatan.

"Rekam jejak pak Hadi tentara profesional yang nyaris tidak ada kontroversi, clear, " kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Baca: Pimpinan DPR Akan Dengarkan Laporan Kunjungan MKD ke Novanto

Lebih lanjut Ridlwan menegaskan, yang paling utama bagi Panglima TNI yang baru adalah menjamin netralitas seluruh jajaran TNI dalam politik.

Apalagi mulai tahun depan hingga 2019, dia ingatkan, Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi di Pilkada Serentak dan Pemilu Presiden.

"Kita akan memasuki tahun politik, pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019. Netralitas harus dijaga benar, " kata Ridlwan.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved