Breaking News:

Sejak Pendidikan Hingga Berpangkat Kolonel Karier Hadi Tjahjanto Terseok-seok

Ternyata lepas pendidikan dan menjadi perwira remaja juga belum menunjukkan tanda-tanda Hadi akan menjadi nomor satu di TNI.

Agus Suparto, Fotografer Kepresidenan
Mengenakan seragam taruna Akademi Angkatan Udara, Hadi sempat menggendong sang cucu yang diketahui bernama Kenzie Yudistira Cahya Purwodanta, di dalam ruang istana. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Marsekal Pertama (purnawirawan) Dwi Badarmanto mengingat betul sosok Hadi Tjahjanto saat masih menempuh pendidikan Akabri di Magelang, Jawa Tengah.

Dwi adalah angkatan 83 sementara Hadi adalah angkatan 86. Dwi memang bukanlah kakak asuh bagi Hadi, kaerena saat Hadi masuk, Dwi sudah tingkat keempat.

Menurut Dwi, sosok Hadi saat itu belum menampakkan aura menjadi perwira tinggi yang berhasil menduduki kursi Kepala Staf TNI Angkatan Udara bahkan Panglima TNI.

"Tidak tampak saat itu. Justru yang tampak teman-teman yang lain," kata Dwi saat ditemui di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Baca: Kendall Jenner Bermain Ice Skating Bareng The Kardashian

Ternyata lepas pendidikan dan menjadi perwira remaja juga belum menunjukkan tanda-tanda Hadi akan menjadi nomor satu di TNI. Hadi hanya bertugas sebagai pilot penerbang pesawat angkut ringat Casa.

Pekerjaan itu kalah jauh dibandingkan para pejabat KSAU sebelumnya yang rata-rata adalah penerbang top atau fighter. Bahan seingat Dwi, hanya satu pilot helikopter jadi KSAU.

Bahkan, kata Dwi, tanda-tanda kebesaran Hadi juga belum tampak hingga dia berpangkat kolonel. Namun di situlah jalan Tuhan yang bekerja di hidup Hadi. Tahun 2010, Hadi ditunjuk menjadi Komandan Pangkalan Udara Adisumarno, Surakarta.

Disitu lah dia bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang saat itu menjadi Wali Kota Solo. Walau cuma bertugas setahun di sana, Dwi meyakini itu membawa perubahan besar bagi hidup Hadi.

Pada 2014, Jokowi melepaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan menjadi Presiden RI. Pada tahun itu pula, karier Hadi naik. Dimulai dengan menjadi kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara dan berpangkat marsekal pertama, Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, dan tahun 2015 bertugas di Sekretariat Militer Presiden Joko Widodo.

Hadi yang saat itu sudah berkangkat Marsekal Muda kemudian naik pangkat lagi menjadi Marsekal Madya karena mendapat tugas sebagai Inspektur Jenderla Kementerian Pertahanan pada Nopember 2016.

Hanya tiga bulan Hadi bertugas di sana. Dia kemudian terpilih menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara menggantikan Marsekal Agus Supriatna. Desember 2017 dia menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden RI ke DPR RI menggantikan Panglima TNI, Jenderal TNI Angkatan Darat Gatot Nurmantyo yang pensiun pada Maret 2018.

"Ketemu Pak Jokowi itu jalan Tuhan," kata Dwi.

Dwi kemudian memotiviasi para perwira muda agar tidak menyerah menggapai mimpi walau dari kesatuan manapun. Hadi telah membuktikan, perwira dari kesatuan yang biasa, atau tidak elite, bisa menjadi Panglima TNI.

"Itu bisa dicover dengan kinerjanya Pak Hadi. Semua itu bisa dipatahkan dengan kinerjanya Pak Hadi. Pak Hadi orang yang santun dan tegas, lihat saja nanti," tukas Dwi.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved