Breaking News:

OTT Wali Kota Tegal

Ambil KTP, Bunda Sitha Pamit dari KPK

Diketahui selama dijebloskan di tahanan, Bunda Shita berkawan karib dengan Miryam, Rita dan NG Fenny.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Siti Mashita Soeparno 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Hari ini, Senin (18/12/2017) adalah hari terakhir Wali kota Tegal nonaktif, Siti Mashita Soeparno (SMS) atau yang akrab disapa Bunda Shita mendekam di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Alhasil, Bunda Shita harus berpisah dengan rekan satu selnya, Miryan S Haryani, terdakwa kasus memberikan keterangan palsu di sidang korupsi e-KTP, Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Selain itu, Bunda Shita juga tidak lagi bertemu dengan terdakwa dan tersangka KPK lain yang sesama perempuan seperti Bupati Kukar, Rita Widyasari dan Sekretaris Pengusaha Impor Daging Sapi, Basuki Hariman, NG Fenny.

Diketahui selama dijebloskan di tahanan, Bunda Shita berkawan karib dengan Miryam, Rita dan NG Fenny.

Mereka kerap terlibat obrolan bersama di ruang tengah tahanan.

Ditemui di KPK, Bunda Shita juga izin pamit dengan awak media yang selama ini mengawal kasus proses penyidikan di KPK sejak dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) hingga kasusnya tahap dua dan siap sidang.

Baca: Polisi Akan Razia Petasan Jelang Natal dan Tahun Baru

"Terima kasih ya teman-teman media, saya izin pamit sekalian, mohon doanya," kata Bunda Shita yang menggunakan kerudung hitam motif bunga-bunga lalu masuk ke mobil tahanan yang akan membawanya ke Tegal.

Kedatangannya ke KPK, diungkapkan Bunda Shita hanya untuk mengambil barang bukti diantaranya Kartu Tanda Pengenal (KTP), untuk selanjutnya segera disidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah.

"Saya mau ambil barang bukti yang disita, KTP, ada dokumen, itu aja sih. Nanti semua saya buktikan di persidangan ya," kata Bunda Shita.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved