Sajian Makanan untuk Menteri Saat Rapat yang Dipimpin Jokowi, Apa Menunya?

Istana Merdeka biasanya dijadikan tempat Presiden Jokowi untuk menerima tamu, mulai dari masyarakat umum hingga petinggi Partai Politik.

Sajian Makanan untuk Menteri Saat Rapat yang Dipimpin Jokowi, Apa Menunya?
Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas usai unjuk rasa massa ormas keagamaan di Istana Negara, Jumat (4/11/2016). Tampak wajah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masih diolesi odol. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) terkait Peningkatan Investasi dan Perdagangan pada siang ini, Jumat (5/1/2018), pukul 14.00 WIB.

Pada ratas kali ini, Presiden Jokowi menggelarnya bukan di Kantor Presiden, melainkan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Istana Merdeka biasanya dijadikan tempat Presiden Jokowi untuk menerima tamu, mulai dari masyarakat umum hingga petinggi Partai Politik.

Baca: Aibnya Dibongkar Penulis Buku, Trump: Semua Itu Bohong!

Selain itu, pada ratas kali ini Presiden Jokowi menghidangkan menu makan siang.

Biasanya tidak ada sajian makan siang dalam ratas sebelumnya.

Terlihat ada meja prasmanan yang di atasnya terdapat beberapa menu masakan.

Jokowi
Ratas di Istana Merdeka yang juga ada sajian makan siang untuk para menteri

Menu yang disajikan antara lain nasi putih, dua hidangan ayam, gulai ikan, masakan daging dan sayur daun pepaya.

Selain itu, disajikan juga menu selingan seperti minuman dingin berwarna kuning dan terlihat ada daging kelapa muda di masing-masing gelas.

Baca: Airlangga Akan Beri Pengarahan Calon Kepala Daerah 2018

Sebelum rapat dimulai, terlihat sejumlah menteri, seperti Menristek Dikti M. Nasir dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan beberapa menteri lainnya menikmati hidangan minuman dingin tersebut sambil berbincang di beranda Istana Merdeka.

Dalam kata pengantar pembuka, Presiden Jokowi menyinggung kecepatan dalam menangkap momentum membaiknya iklim ekonomi di Indonesia.

"Kita ini kalau diibaratkan orang sakit, kita ini baik semuanya. Kolesterol baik, jantung baik, paru-paru baik, darah tinggi juga tidak ada, tapi kok ya enggak bisa lari cepat," ucap Presiden.

"Ini problemnya yang harus dicari. Kita harus mencari itu problemnya ini dimana," kata Presiden Jokowi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved