Negara Rugi Triliunan Rupiah Akibat Kendaraan Kelebihan Muatan

Pemerintah menggalakan peraturan bagi kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas angkut.

Negara Rugi Triliunan Rupiah Akibat Kendaraan Kelebihan Muatan
Tribunnews.com/ Apfia Tioconny Billy
Suasana uji coba timbangan truk portable di tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, CIKARANG - Pemerintah menggalakan peraturan bagi kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas angkut.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah tidak bisa tinggal diam dengan pelanggaran batas kapasitas muatan.

Akibat pelanggaran tersebut kerugian yang dialami negara mencapai triliunan rupiah.

Baca: Denda Bagi Truk Kelebihan Muatan Bakal Naik Hingga Jutaan Rupiah

Besaran tersebut kebanyakan untuk renovasi jalanan rusak.

"Kerugian negara Rp 30 triliun dari masalah ini," ungkap Budi Karya Saat ditemui di Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018).

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Ariyani menjelaskan perusahaan yang dipimpinnya harus menambah anggaran hingga 10 persen karena jalanan yang rusak akibat truk bermuatan lebih.

Baca: Timbangan Portable Pengukur Bobot Truk Mulai Diuji Coba di Tol Jakarta-Cikampek

"Infrastruktur secara teori jalan tol harusnya 8-10 persen sekarang jadi 20 persen," tutur Desi Ariyani ditemui di kesempatan yang sama.

Selain rugi uang, akibat kendaraan bermuatan lebih ruas tol perusahaan berplat merah itu juga sering mengalami kemacetan karena kendaraan tidak bisa melaju dengan kecepatan normal.

Biasanya kendaraan bermuatan lebih hanya melaju 40 km/jam padahal kendaraan mampu melaju hingga 60 km/jam.

"Jadi ada kemacetan panjang juga karena kan gak bisa ngebut, antrian di pintu tol juga jadi panjang karena gak bisa cepat-cepat," kata Desi Arryani.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved