Breaking News:

Peneliti Terorisme: Kunjungi Kabul, Jokowi Adalah Presiden Super Berani

Peneliti terorisme Ridlwan Habib melihat kunjungan Presiden Jokowi ini cukup beresiko secara keamanan.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Presiden RI Joko Widodo didampingi Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor, menyerahkan bantuan untuk pengungsi Myanmar di Coxs Bazar, Bangladesh berupa mobile clinic ambulance, lampu penerangan solar sel dan semua senilai 6,9 Milyar lansung di lokasi pengungsian Cox Bazar, Bangladesh. Ahad (28/1/2018). Foto diambil melalui Video Conference di Cafe Ropisbak Ghifari, Jl. Raya Tebet Barat No. 48, Tebet, Jakarta Selatan dipandu oleh Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta dan Direktur BAZNAS Mohd Nasir Tajang. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan mengunjungi Kabul, Afghanistan hari ini, Senin (29/1/2018).

Padahal, Kabul baru saja diserang bom mobil tiga hari yang lalu. Itu adalah serangan mematikan kedua, setelah pekan lalu terjadi insiden serangan terorisme di sebuah hotel di Kabul.

Peneliti terorisme Ridlwan Habib melihat kunjungan Presiden Jokowi ini cukup beresiko secara keamanan.

“Pertimbangan Presiden Jokowi untuk tetap mengunjungi Kabul adalah langkah yang super berani," ujar Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com, Senin (29/1/2018).

"Karena negara negara besar lain di dunia justru mengeluarkan travel warning ke Afghanistan,” jelas pengamat intelijen ini lebih lanjut.

Menurut Ridlwan, tujuh negara besar mengeluarkan travel warning diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis,Australia, Swiss, Selandia Baru dan Denmark.

“Mereka melarang warga negaranya mengunjungi Afghanistan karena menduga akan ada serangan terorisme bersenjata,” ujar alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia itu.

Baca: Gerhana Bulan Total 31 Januari Disebut Langka, Ini Penjelasannya

Ridlwan menjelaskan, sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018, Afghanistan terus diguncang aksi terorisme. Serangan dilakukan oleh dua kelompok yakni Isis dan mujahidin Taliban.

“Serangan Taliban dilakukan di kota Ghazni, Kandahar, Gardez, Paktia, Ghor dan bulan ini Taliban menyerang Kabul, dalam teori keamanan situasinya merah, sangat berbahaya,” ucapnya.

Simbol Perlawanan Terhadap Aksi Teror

Halaman
123
Berita Populer
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved