Breaking News:

Korupsi KTP Elektronik

Kuasa Hukum Fredrich Yunadi Sebut KPK Terburu-buru Limpahkan Kasus Kliennya

Berkas perkara Fredrich dalam kasus dugaan merintangi penyidikan E-KTP telah dilimpahkan oleh KPK ke tingkat penuntutan.

Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan Setya Novanto, Fredrich Yunadi, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terburu-buru dalam melakukan pelimpahan kasus kliennya.

Berkas perkara Fredrich dalam kasus dugaan merintangi penyidikan E-KTP telah dilimpahkan oleh KPK ke tingkat penuntutan.

"Iyalah (terburu-buru), kita lihat saja nanti di sidang praperadilan hari Senin," tegas Refa saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018).

Refa ingin melihat keseriusan KPK, dengan menghadiri sidang praperadilan perdana kliennya yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 5 Februari 2018. 

"Senin kan sidang praperadilan, kita lihat saja nanti, apakah KPK akan hadir," ujar Refa.

Seperti diketahui, KPK melakukan pelimpahan tahap kedua berkas perkara kasus dugaan merintangi penyidikan E-KTP dengan tersangka Fredrich Yunadi pada Kamis (1/2/2018).

Sidang rencananya akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Fredrich sendiri saat
ditahan di Rumah Tahanan Gedung Penunjang KPK. Sehingga tidak dilakukan pemindahan tahanan.

Baca: Kebakaran di Gedung DPR/MPR Karena Korsleting

KPK akan mempersiapkan dakwaan dan menyerahkan berkas ke pengadilan untuk menunggu proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.

Dalam kasus merintangi penyidikan kasus E-KTP, KPK menetapkan dua tersangka yakni Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh.

Mereka diduga memanipulasi data medis Setya Novanto agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK.

Selain itu, Fredrich juga diduga mengkondisikan RS Medika Permata Hijau dengan memesan satu lantai ruang VIP sebelum Setya Novanto kecelakaan menabrak tiang listrik‎ pada 16 November 2017.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 21 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Fredrich telah ditahan di Rutan KPK, Gedung Merah Putih sejak Sabtu (13/1/2018) sementara Bimanes ditahan di Rutan Guntur sejak Jumat (12/1/2018).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved