Breaking News:

Robert J Kardinal Upayakan Pemekaran Provinsi Papua dan Papua Barat

Dia berencana membawa tokoh adat dari Papua ke hadapan Presiden Jokowi agar pemekaran Papuan bisa dilakukan.

Kompas.com
Robert J Kardinal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat, Robert J Kardinal sadar bahwa saat ini pemerintah sedang menerapkan moratorium untuk pembentukan daerah otonomi baru (DOB).

Namun hal itu tak membuat dia putus asa untuk mengusahakan pemekaran provinsi Papua dan Papua Barat.

Dia berencana membawa tokoh adat dari Papua ke hadapan Presiden Jokowi agar pemekaran Papuan bisa dilakukan.

“Saya kira pemekaran di Papua ini memang harus disegerakan. Karena sebenarnya masalah pemekaran ini telah selesai pembahasannya di DPR. Pemerintah juga telah membuat Ampres (Amanat Presiden) dan lainnya, namun begitu mau dieksekusi kok tiba-tiba keluar kebijakan moratorium,” kata Ketua Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat ini di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Dengan pemekaran itu, sambung Robert, akan ada provinsi baru bernama Papua Barat Daya.

Di dalamnya akan ada tambahan dua kabupaten baru yaitu Malamoi dan Maybrat Sau.

Kata dia, pemekaran ini penting untuk percepatan pembangunan di Papua. Dengan begitu, masyarakat Papua akan lebih cinta lagi dengan Indonesia.

“Dalam pemekaran ini ada kepentingan besar, yaitu kepentingan NKRI. Karena ini kepentingan NKRI, pokoknya harus pemekaran,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Robert mengaku, dirinya bersama para politisi di Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama Papua sudah lama memperjuangkan pemekaran itu.

Sebab, pemekaran menjadi sangat penting untuk meningkat kesejahteraan masyarakat Papua.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved