Calon Presiden 2019

Ini Tiga Sosok 'Pengganggu' Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019

Median mencatat elektabilitas Jokowi menurun dari 36,2 persen dari bulan Oktober 2017 menjadi 35 persen di Februari 2018.

Ini Tiga Sosok 'Pengganggu' Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan (kiri), dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Pertemuan tertutup tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Median menyebut elektabilitas dua kandidat calon presiden terkuat di Pemilu 2019 yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto mengalami penurunan pada Februari 2018.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat rilis hasil survei Pemilu 2019 di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

Median mencatat elektabilitas Jokowi menurun dari 36,2 persen dari bulan Oktober 2017 menjadi 35 persen di Februari 2018.

Sementara suara Prabowo juga mengalami penurunan dari 23,2 persen dari Oktober 2017 menjadi 21,2 persen di Februari 2018.

Menurut Rico turunnya suara kedua sosok itu berpindah ke kandidat capres lain karena menginginkan adanya sosok alternatif.

Baca: Komnas HAM Sebut TGPF Dapat Bekerja Beriringan dengan Polri Ungkap Kasus Novel

Rico menyebut ada tiga tokoh yang mengalami kenaikan elektabilitas saat suara Jokowi dan Prabowo turun yaitu mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Sejak pensiun dari TNI, Pak Gatot mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan yaitu dari 2,8 persen di bulan Oktober 2017 menjadi 5,5 persen di bulan ini. Sementara Anies Baswedan mengalami sedikit peningkatan dari 4,4 persen menjadi 4,5 persen.”

“Dan AHY mengalami peningkatan elektabilitas dari di bawah 1 persen menjadi 3,3 persen karena sekarang dinilai makin matang dan semakin jelas menunjukkan visi serta misi di bidang politik,” terang Rico Marbun.

Menurut Median ketiga sosok itu memiliki modal kuat untuk terus mendekati elektabilitas Jokowi dan Prabowo yang sampai sekarang masih terlihat seperti tak tersentuh kandidat lain.

“Gatot Nurmantyo dipilih karena tegas (21,4 persen), berpihak pada umat Islam (14,3 persen), diperlakukan adil dan dipecat mendadak (10,6 persen), bijaksana (7,1 persen), dan memiliki mentalitas menjaga NKRI (7,1 persen). Sementara Anies Baswedan memiliki modal kepribadian baik (18,5 persen), baik kepemimpinannya (13 persen), peduli dan membantu rakyat kecil (11,1 persen), cerdas atau pintar (7,4 persen), dan gagah serta berwibawa (5,6 persen).”

“Dan AHY memiliki modal dipilih karena masih muda (17,9 persen), berasal dari militer (10,7 persen), dipengaruhi sosok Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan ayahnya (7,1 persen), sudah terkenal (3,6 persen), dan dianggap bisa menjaga stabilitas keamanan (3,6 persen),” pungkasnya.

Survei Median itu dilakukan pada 1.000 sampel dengan margin eror sekitar 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved