Belum Tersentuh Pembangunan, Pusat Diminta Bangun Kabupaten Mappi Papua Secara Masif‎

“Kondisi Kabupaten Mappi Papua, sangat minim infrastruktur dasar, mulai dari dari gedung kantor, infrastruktur jalan, sarana pendidikan, kesehatan"

Belum Tersentuh Pembangunan, Pusat Diminta Bangun Kabupaten Mappi Papua Secara Masif‎
kolonghujan.blogspot.co.id
Anak-anak suku Korowai di Kabupaten Mappi, Papua. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun memiliki wilayah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar dalam bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

Namun Kabupaten Mappi Papua, belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat, dimana sarana infrastruktur, kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia hingga potensi pariwisata masih belum dikategorikan sangat tertinggal.

Bupati Mappi Kristosimus Agawemu berharap, pemerintah pusat ikut membangun Mappi secara masif yang 90 persen wilayahnya perairan atau sungai, guna menjadikan wilayah ini menjadi maju seperti daerah lainnya.

“Kondisi Kabupaten Mappi Papua, sangat minim infrastruktur dasar, mulai dari dari gedung kantor, infrastruktur jalan, sarana pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga transportasi sangat minim," ujarnya, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Ulat sagu
Ulat sagu kegemaran suku Korowai di Kabupaten Mappi, Papua.

Baca: Megawati Akan Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Kampus IPDN, Alasannya Ini

Baca: Tumblr Diblokir Kominfo, Menteri Rudiantara Mengaku Baru Tahu dan Baru Dengar

Apalagi menurutnya, APBD yang hanya senilai Rp1,2 triliun dinilai tidak memadai untuk melakukan pembangunan secara masif, akibat letak geografis yang 90 persen sungai.

Pihaknya meminta dukungan pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat dan menjadi daerah berkembang dan maju.

Warga suku Korowai di Kabupaten Mappi, Papua.
Warga suku Korowai di Kabupaten Mappi, Papua.

Kristosimus Agawemu memandang, pemerintah pusat bisa merealisasikan pengembangan pelabuhan, bandar udara, pembenahan konektivitas angkutan sungai yang menghubungkan antar distrik dan kabupaten melalui kapal, di wilayah dengan luas mencapai 28.518 Kilometer persegi tersebut.

Tidak hanya itu, kata Kristosimus, pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut juga masuk dalam kategori tertinggal dan srana pendidikan, mulai dari gedung sekolah, infrastruktur, tenaga guru serta fasilitas penunjang, sangat jauh dari harapan.

“Posisi kami saat ini ada 260 kampung dengan sekolah dibawah standar, kurang tenaga guru, tenaga medis, lkami sangat membutuhkan 9 disiplin ilmu tenaga kesehatan," tuturnya.

Ia mengaku, kasus gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, yang menyebabkan 68 orang meninggal dunia, bisa juga melanda Kabupaten Mappi, karena minimnya pelayanan dan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved