Suap Pembelian Mesin Jet

Bukti Kasus Suap Emirsyah Satar Masih di Luar Negeri

KPK masih melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi masih terus dilakukan penyidik hingga kini.

Bukti Kasus Suap Emirsyah Satar Masih di Luar Negeri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (11/1/2018). Emirsyah diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum merampungkan kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

KPK masih melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi masih terus dilakukan penyidik hingga kini.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengungkap KPK masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada di luar negeri.

"Sebenarnya kasus ini tidak rumit ya tapi memamg ada kompleksitas ketika kita bicara lintas yuridiksi itu yang paling membuat kita membutuhkan waktu karena bukti-bukti masih ada di luar negari juga," ujar Febri saat dikonfirmasi, Jumat (9/3/2018).

Namun dirinya memastikan koordinasi KPK dengan otoritas negara Inggris dan Singapura berjalan dengan baik.

"Tinggal proses-proses formil yang perlu kita cermati," tambah Febri.

Baca: Dua Pejabat Garuda Indonesia Kembali Diperiksa untuk Tersangka Emirsyah Satar

Untuk merampungkan berkas penyidikan, KPK segera mengagendakan pemeriksaan Emirsyah Satar sebagai tersangka.

"Nanti kalau dibutuhkan sesuai strategi penyidikan tentu kita panggil lagi," pungkas Febri.

Sepanjang proses penyidikan kasus ini, sejumlah saksi yang diduga mengetahui kasus ini sudah diperiksa penyidik.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved