GNPF MUI Berubah Nama Jadi GNPF Ulama untuk Perjuangkan Misi yang Lebih Luas

Yusuf mengatakan, pergantian kepengurusan ini hanya untuk menyegarkan dan mengefektifkan manajemen organisasi.

TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Konferensi Pers Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama di Jakarta, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI melakukan perubahan nama menjadi GNPF Ulama, sehingga dapat memperjuangkan misi yang lebih luas.

“GNPF Ulama memandang perlu untuk mengawal fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF Ulama dan bertekad akan tetap istiqomah mengawasi fatwa ulama,” kata Ustad Yusuf Muhammad Martak, Ketua GNPF Ulama pengganti KH Bachtiar Nasir, di Jakarta, Senin (12/3/3).

Yusuf mengatakan, pergantian kepengurusan ini hanya untuk menyegarkan dan mengefektifkan manajemen organisasi.

Dalam kepengurusan baru, Ustad Yusuf Muhammad Martak didapuk sebagai pengganti KH Bachtiar Nasir, sedangkan untuk Sekjen GNPF dijabat oleh Ustad Muhammad Al Khathath, sedangkan pengurus lainnya tetap.

GNPF Ulama diketahui menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat Islam. Salah satunya melalui hajatan Kongres Umat Islam pada April mendatang.

Nantinya, kata Yusuf, GNPF-Ulama berencana menggelar kongres umat Islam pada April 2018 di Jakarta.

Baca: Penerimaan Sopir Baru Taksi Online Ditutup Sementara, Luhut Khawatir Mereka Tak Bisa Bayar Cicilan

Baca: Dituduh Mempermainkan Rating, Standard & Poors Tuai Gugatan 190 Juta Dolar AS

“Tujuan kongres umat Islam untuk menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tengah umat, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 dan pemilihan presiden (pilpres) 2019,” ujar Yusuf.

Menurut dia, kongres ini akan membahas berbagai isu seperti memperkuat persatuan umat dalam menghadapi tahun politik, sikap umat islam dalam pilkada dan pilpres agar dapat menghasilkan pimpinan yang membawa kemaslahatan bagi umat.

“Kami ingin mengedukasi umat di tahun politik ini terutama terkait perhelatan pilkada 2018 dan pilpres 2019 agar umat memahami dan menentukan calon pemimpin yang layak dipilih sesuai rekam jejak yang bersih dan kompetensinya,” ucapnya.

Terkait isu-isu utama di tengah umat, lanjut dia, GNPF Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini, dengan banyaknya ulama dan ustadz yang diserang oleh sekelompok ‘orang gila’.

“GNPF-Ulama mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustad dengan cara membongkar jaringan sindikat penyerang serta proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama dan ustad,” paparnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved