Kamis, 23 April 2026

Cak Imin: Kurang Meriah Apa Kita Sambut Raja Salman Dulu?

Cak Imin mengkritik sikap Raja Salman yang tidak mengindahkan upaya Indonesia

Editor: Rachmat Hidayat
Ist/Tribunnews.com
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskanda atau Cak Imin kecewa dengan perlakuan pemerintah Arab Saudi, atas eksekusi hukuman pancung terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), Muhammad Zaini Misrin.

Cak Imin mengkritik sikap Raja Salman yang tidak mengindahkan upaya Indonesia membebaskan warganya itu sejak 2008 silam.

“Dua presiden lho yang meminta. Raja Salman juga pernah ke sini, disambut kurang megah apa oleh Pak Jokowi. Tapi tak mengubah apa-apa. Rasa persahabatan dan hormat yang kita tunjukkan, malah diabaikan,” kata Cak Imin di Kantor DPP PKB Jakarta, pada Selasa (20/3/2018).

Cak Imin juga menyinggung salah satu kebijakannya saat masih duduk sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2011 silam, yaitu moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi, sebagai penyebab apatisnya Arab Saudi terhadap upaya diplomasi Indonesia.

“Paham kan mengapa saya memoratorium penempatan TKI ke Saudi sejak 2011? Paham kan sekarang? Memang ada perbedaan kultur, politik dan sistem hukum yang terlalu njomplang antara kita dan mereka. Belum lagi TKI kita yang ke sana mayoritas low skill. Jadi rentan dan rapuh dalam situasi negara yang peradabannya. Seperti itulah,” imbuhnya.

Kasus Zaini sudah terjadi sejak 2004 lalu. Sejak saat itu, segala jenis pendampingan dan advokasi sudah dilakukan seiring dengan pergantian pemerintah. Namun semua upaya tersebut tetap saja menemui kegagalan.

Setelah divonis bersalah oleh pengadilan tingkat pertama, Zaini diketahui mengajukan banding ke Mahkamah Banding dengan didampingi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Namun sayang, permohonan pengampunan terhadap Zaini ditolak oleh Mahkamah Banding dan Kasasi oleh Raja Salman.

“KJRI Jeddah juga saat Zaini ditangkap, mengaku tidak mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan dari Otoritas Saudi. Ya iyalah. Mereka memang saat itu tidak mau menandatangani MCN (Mandatory Consuller Notification). Mereka nggak terikat kewajiban untuk menginfo kepada kita apa yang terjadi pada warga kita di sana," kata Cak Imin.

"Ini sikap politik yang tidak bersahabat, tidak setara dari Saudi kepada Indonesia. Ini belum tuntas makanya penutupan permanen jadi masuk akal,” tutur politisi asal Jombang, Jawa Timur tersebut.

“Moratorium penempatan TKI Rumah Tangga ke Saudi itu sudah saya kalkulasi betul. Bukan buat gagah-gagahan, atau sok heroik. Mestinya diteruskan menjadi penutupan permanen oleh pemerintah saat ini. Biar TKI yang middle dan high skill_ saja yang ditempatkan,” jelas Cak Imin lagi.

Cak Imin mengatakan sudah menyampaikan belasungkawa untuk keluarga Zaini di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dia berharap keluarga tabah menerima musiban tersebut.

“Sudah saya instruksikan kepada pengurus PKB di sana untuk mendatangi rumah keluarganya dan membantu persiapan tahlilan di sana. Semoga keluarga tabah dan sabar dalam musibah ini,” ia memastikan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved