Dua Ibu Ini Menangis Saat Bertemu SBY

Dia mengatakan, saat itu SBY menerapkan kebijakan Program Keluarga Harapan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, seperti Nuryati.

Dua Ibu Ini Menangis Saat Bertemu SBY
Tim Humas DPP Partai Demokrat
Ilustrasi: Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersilaturahmi dengan jemaah majelis taklim se-Kabupaten Purwakarta, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Dua orang ibu memakai jilbab, seketika masuk menerobos penjagaan pasukan pengamanan presiden, saat melihat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono turun dari bus.

Siang itu, SBY singgah sebentar untuk melihat-lihat buah-buahan dan oleh-oleh khas Kota Bogor, Senin (26/3/2018).

Baca: Rusia hadapi gelombang pengusiran diplomatnya dari Eropa dan Amerika Serikat

Dua ibu yang bernama Nuryati dan Ningrum, yang mengaku sedang berbincang di sekitar dagangan, segera memeluk SBY dan menangis. Keduanya mengungkapkan rasa terimakasihnya yang mendalam kepada SBY.

"Gara-gara Pak SBY, anak kami bisa lanjut sekolah. Padahal, waktu itu, saya benar-benar tidak punya uang," kata Nuryati menyeka air matanya.

Dia mengatakan, saat itu SBY menerapkan kebijakan Program Keluarga Harapan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, seperti Nuryati.

"Alhamdulillah sekarang anak saya sudah bisa universitas, dua-duanya," ucap Nuryati bangga.

Beda lagi dengan Ningrum. Dia mengaku, dengan adanya program Bantuan Langsung Tunai (Blt), dirinya beserta suami bisa mendapatkan cukup modal awal untuk usaha jual buah di pinggir jalan.

"Dulu, cuma pakai BLT saja modalnya. Ya dari situ coba usaha, sampai sekarang di situ dagangan suami saya," ucapnya menunjuk sebuah kios.

Bukan hanya di hadapan SBY, keduanya mengaku menangis, ketika mantan menko polhukam era Megawati itu, dihujat dan diserang oleh pihak-pihak lain. Pasalnya, mereka melihat SBY sebagai sosok pemimpin yang hampir tanpa cela.

"Kita suka nangis, mas kalau lihat Pak SBY difitnah gitu. Setahu saya, dia baik sekali, santun," tukas Nuryati.

Dia berharap, putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dapat mewarisi sikap dan teladan ayahnya, jika menjadi seorang pemimpin nantinya.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved