Selasa, 14 April 2026

Pilpres 2019

Dianggap Buat Gaduh, DPR Minta Bawaslu Harus Semprit Lembaga-lembaga Survei

Ia menyebut bahwa masing-masing lembaga survei terlihat seperti memiliki keberpihakan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com / Taufik Ismail
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyoroti hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga terkait tingkat elektabilitas kandidat calon Presiden (capres) untuk pilpres 2019.

Ia pun meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memberikan peringatan kepada lembaga-lembaga survei tersebut.

Menurut Taufik, hasil survei itu telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat saat ini.

"Bawaslu harus semprit itu lembaga-lembaga survei, katanya anti ujaran kebencian, kegaduhan, ini kan sudah bikin gaduh," ujar Taufik, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Ia menyebut bahwa masing-masing lembaga survei terlihat seperti memiliki keberpihakan.

Hal itu terlihat dari hasil survei yang dirilis masing-masing lembaga tersebut yang memunculkan perbedaan.

Sehingga itu tentunya membuat masyarakat bingung dan akhirnya menimbulkan kegaduhan.

"Lembaga A menangkan calon A, kemudian yang lembaga B menangkan calon B, akhirnya di masyarakat gaduh," tegas Taufik.

Taufik pun meyakini ada yang mendanai survei yang dilakukan lembaga-lebaga tersebut.

Karena rilis survei pun menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

"Siapa yang bayar, pasti ada yang bayar, tidak mungkin jika tidak ada yang bayar, katanya independen," kata Taufik.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved