FSTM Bertekad Kembalikan Fungsi Masjid Sebagai Pemersatu Umat

Saat ini masjid kerap menjadi ajang politik pragmatis, cacian, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan

Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, Ustadz Husni Mubarok Amir. Husni menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid. 

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) se-Jakarta bertekad mengembalikan masjid sebagaimana fungsinya.

Saat ini masjid kerap menjadi ajang politik pragmatis, cacian, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan.

Hal itu ditegaskan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, Ustaz Husni Mubarok Amir. Husni menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid.

"Hal itu dapat menyebabkan persatuan umat terpecah belah," kata Husni dalam Diskusi bertajuk "Menolak Politisasi Masjid Upaya Mengoptimalkan Fungsi Masjid Sebagai Pemersatu Umat dan Bangsa" di Masjid Nurul Huda, Condet, Balekambang, Sabtu (26/5/2018).

Dikatakannya, ada tiga hal yang penting dalam mengembalikan masjid sebagai fungsinya. Pertama fungsi masjid untuk membangun ekonomi umat, kedua hal yang baik disampaikan di masjid dan bukan untuk mencaci maki. Kemudian terakhir masjid untuk menyatukan kelompok manusia.

"Tugas kita menyampaikan kepada jamaah jangan gara-gara perbedaan pandangan politik kita tercerai-berai" terang Husni.

Diakuinya, paham radikal juga kerap kali masuk ke masjid-masjid tanpa disadari. Demi keutuhan NKRI, hal tersebut tentu harus dihindari dan dicegah sejak dini.

Baca: 650 Personel Satpol PP Amankan Tarawih Akbar Masjid Istiqlal

"Menolak paham radikal yang menyusup dari masjid ke masjid sebagai upaya menjaga dan merawat kesatuan NKRI," tegas Husni.

Husni pun meminta agar seluruh masyarakat bahu membahu mewujudkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, bukan lagi kegiatannya politik.

"Mengajak kepada seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai, para calon kepala daerah dan para tim sukses untuk menjaga netralitas masjid agar lepas dari kampanye dan kepentingan pragmatis," ujarnya.

Sementara itu Ustadz Ahmad Muslim, mendukung upaya penolakan politisasi terhadap masjid. Menurutnya, saat ini ada pergeseran fungsi masjid untuk membangun keimanan umat kepada Allah SWT.

"Saat ini banyak orang ngaji ngibarin bendera dari pada bawa kitab. Oleh karena itu saya melihat saat ini terjadi pergeseran nilai, " jelasnya.

Ia pun berpesan bahwa ada tiga hal yang paling penting dalam menyampaikan kebaikan dalam masjid, yakni masalah Aqidah, Aqlak dan ilmu yang bermanfaat,

" Mengembalikan Fungsi masjid sebagai kekuatan membangun ilmu yang isinya adalah dengan 3T yakni Taklim, Tadris dan Tarbiyah, sehingga masjid bisa mencerdaskan umat dari informasi dan membekali dengan ilmu agama, " kata pria yang akrab disebut Ustadz Peci Merah ini.

Dikatakannya, masjid tempat berkumpulnya semua umat saat menjalankan ibadah. Dirinya menyayangkan jika umat harus bercerai berai karena adanya politisasi masjid oleh sekelompok orang.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved