Ironi Anis Matta Bicara Rekonsiliasi, Loyalisnya Tetap Digusur

Anis menambahkan, Nabi Yusuf saat meraih kekuasaan dan memimpin Mesir, tidak melakukan balas dendam.

Ironi Anis Matta Bicara Rekonsiliasi, Loyalisnya Tetap Digusur
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Anis Matta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan presiden PKS, Anis Matta merilis video singkat yang sempat viral tentang konflik dan rekonsiliasi yang bersandar pada kisah konflik Nabi Yusuf bersama saudara-saudaranya dan kemudian kisah konflik Nabi Yusuf bersama istana Mesir.

Menurutnya kisah konflik tersebut berakhir rekonsiliasi.

"Ada sebuah cerita tentang konflik dan rekonsiliasi. Konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya, dan konflik Nabi Yusuf di istana, semuanya berakhir happy ending," kata Anis dalam video itu yang dilansir Tribunnews.com, Senin (28/5/2018).

Anis menambahkan, Nabi Yusuf saat meraih kekuasaan dan memimpin Mesir, tidak melakukan balas dendam.

Nabi Yusuf memilih melakukan rekonsiliasi dengan saudara-saudaranya.

Dari kisah Nabi Yusuf itu, Anis berharap bisa diambil hikmahnya tentang rekonsiliasinyang merupakan tanda kedewasaan.

"Kalau ada hati yang tulus, keikhlasan dan kehujuran, semua konflik bisa kita akhiri. Dari situ kita belajar, bahwa konflik adalah manusiawi, sedangkan rekonsiliasi adalah tanda kedewasaan kita," pungkasnya.

Baca: Pura-pura Ketinggalan Koper Saat Jam Sibuk Bandara, DV Kelabui Petugas Hingga 5 Kali

Namun harapan Anis untuk terwujudnya rekonsiliasi seperti kisah Nabi Yusuf itu ternyata belum sepenuhnya bisa diterapkan, khususnya di tubuh PKS yang belakangan didera konflik internal.

Bahkan, belakangan ini kembali menghangat isu tentang pembersihan para loyalis Anis Matta di beberapa Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti yang belakangan terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved