Mardani: Besaran Gaji Pejabat BPIP Memalukan

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera,mengecam kebijakan hak keuangan pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang perorangnya di atas Rp 100 juta

Mardani: Besaran Gaji Pejabat BPIP Memalukan
Tribun-Video.com
Mardani Ali 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengecam kebijakan hak keuangan pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang perorangnya di atas Rp 100 juta perbulan.

Hal tersebut menurutnya, memalukan dan menciderai rakyat Indonesia.

“Keppres ini sangat memalukan, sangat menciderai hati nurani rakyat Indonesia!” kata Mardani, Selasa (29/5/2018).

Mardani mengatakan ia sebenarnya mendukung keberadaan lembaga BPIP sebagai upaya penguatan ketatanegaraan bangsa Indonesia.

Namun, menurutnya, dengan pemberian hak keuangan sebesar itu justru sangat membebani negara karena anggarannya tidak sedikit.

“Tidak tanggung-taggung, dana yang disiapkan setidaknya bisa mencapai 1,3M/orang pertahun” ujarnya.

Apalagi menurut Mardani perekonomian Indonesia saat ini kondisinya sangat berat.

Rupiah melemah, daya beli menurun, pengangguran meningkat, ekonomi sulit, dabutang melangit. Sehingga menggaji besar tim BPIP adalah langkah yang kurang bijaksana.

“Masih banyak agenda pemanfaatan anggaran yang lebih penting untuk mendongrak perekonomian rakyat. Di sinilah perlunya pemerintahan yang cakap, peka dan memiliki empati yang kuat akan rakyat,” katanya.

Mardani mengungkapkan kebijakan gaji pejabat BPIP sebesar itu telah membuat Rakyat sedih.

Selain itu juga membuat Indonesia malu karena menggaji di luar batas kemampuan.

“Malu, saat negara sedang defisit dan hutang menumpuk kita malah menggaji yg diluar batas kemampuan. Malaysia malah mengurangi gaji para Menterinya, kita malah menetapkan seenaknya.” tuturnya

Ia menambahkan pengamalan prinsip Pancasila justru seharusnya dilakukan dan diperlihatkan terlebih oleh elitnya.

Oleh karena itu, lanjur Mardani, sebuah pemerintahan perlu dipimpin oleh presiden yang baik dan profesional.

“Pemimpinnya harus memiliki empati pada rakyat dan berani melakukan efisiensi utk penyelamatan keuangan negara, oleh karenanya #2019GantiPresiden bisa menjadi sarana perbaikan pemerintah,” pungkasnya

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved