Kasus First Travel

JPU Tegaskan Aset First Travel Semuanya Masuk Dalam Tuntutan

Bantahan ini terkait surat dari Pengurus Pengelolaan Aset Korban First Travel yang menyebut adanya aset yang belum terdata

Gita Irawan/Tribunnews.com
Terdakwa kasus penipuan biro perjalanan umroh First Travel pasangan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata Andika Surachman usai berunding dengan penasihat hukum setelah divonis 20 tahun penjara di samping Direktur PT First Anugerah Karya Wisata Anniesa Desvitasari Hasibuan yang divonis 18 tahun penjara dengan denda masing-masing Rp 10 miliar rupiah subsider 8 bulan kurungan. 

Menurutnya, total aset yang disita tidak mencukupi untuk memberangkatkan Umrah para jemaah.

"Dalam perhitungan kami hanya berkisar maksimal Rp 25 miliar, tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang menuntut uangnya kembali. Di mana fakta persidangan sempat disebutkan angka angka berkisar Rp 200 miliar dan jumlah mencapai 63 ribu jemaah," jelasnya.

Baca: Pasutri Bos First Travel Divonis 20 dan 18 Tahun Pidana Penjara dan Denda Rp 10 Miliar

Mengenai aset yang disita, Andika Surachman selaku Dirut First Travel juga mempertanyakan total asetnya yang disita.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti aset First Travel yang telah disita.

Penulis: Bima Putra

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: JPU Bantah Adanya Aset First Travel yang Tidak Masuk Dalam Tuntutan

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved