Tanggapi Pernyataan Mendagri, Sandiaga: Kapasitas Para Menteri Harus Dipertanyakan Saat Berkampanye

"Tapi memang konteksnya adalah konteks waktu kami ditanya dalam situasi bukan saya sebagai Wakil Gubernur."

Tanggapi Pernyataan Mendagri, Sandiaga: Kapasitas Para Menteri Harus Dipertanyakan Saat Berkampanye
Tribunnews.com/ Wahyu Firmansyah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menanggapi penyataan Mendagri Tjahjo yang menyesalkan sikapnya yang melontarkan pernyataan kritik membandingkan Jokowi dengan posisi jatuhnya PM Malaysia Najib Razak.

Sandiaga mengatakan sikap kritisnya pada pemerintahan Presiden Jokowi disampaikan dalam statusnya bukan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sementara jika sebagai Wagub DKI, dia tentu saja mendukung pemerintahan Jokowi.

Baca: KPK Temukan Uang Rp 1,9 Miliar Saat Geledah Rumah Bupati Bengkalis

"Tapi memang konteksnya adalah konteks waktu kami ditanya dalam situasi bukan saya sebagai Wakil Gubernur. Saya sebagai Wakil Gubernur sangat mendukung Pemerintah Pusat," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

Sandi mengatakan hal tersebut karena isu di Malaysia dengan Indonesia menurutnya sama, mengenai ekonomi dan lapangan pekerjaan.

"Kemarin kita tahu bahwa di Pilkada kemarin, kami mengedepankan isu-isu lapangan pekerjaan, isu biaya hidup, isu-isu harga-harga bahan pokok, harga pangan dan itu ditangkap oleh masyarakat," katanya.

Sandiaga mengatakan yang disampaikan Mendagri akan menjadi catatan khusus untuk dirinya.

"Jadi tentunya apa yang disampaikan pak Menteri Dalam Negeri menjadi catatan khusus saya dan buat saya juga ini masukan yang perlu kita pikiran karena sama juga untuk para Menteri," katanya.

Baca: Doli Berharap Jokowi Melanjutkan Pemerintahan dengan Kader Golkar

Sandi mengatakan ketika menteri berkampanye harus dilihat juga sebagai menteri atau bagian dari parpol.

"Para Menteri nanti pada saat mereka berkampanye, berkampanye sebagai apa, Sebagai Menteri atau bagian daripada Parpol itu harus dipertanyakan juga gitu," katanya.

Jika memang tidak diperbolehkan Sandiaga mengatakan dirinya akan melapor ke Prabowo dan ia akan non aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra

"Kalau tidak diperbolehkan, saya akan lapor ke Pak Prabowo, Mohon maaf Tidak diperbolehkan oleh pak Menteri Dalam Negeri, saya nanti lapor pak Prabowo, Pak Prabowo, saya harus menyerahkan tugasnya dan saya akan non aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra," katanya.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved