Breaking News:

Kasus Penipuan

Tiga Korban Penipuan Miliaran Minta Keseriusan Polisi Segera Menuntaskan

Tiga korban penipuan dengan tersangka Iwan Cendeiian Liman seorang warga Manyar Kertoarjo Surabaya yaitu Mitarmin Santoso , H Nur dan Terry

Penulis: FX Ismanto

Laporan Wartwan Tribunnews.com, Fx Ismanto

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tiga korban penipuan dengan tersangka Iwan Cendeiian Liman seorang warga Manyar Kertoarjo Surabaya yaitu Mitarmin Santoso , H Nur dan Terry, meminta Polda Jawa Timur segera menuntaskan kasus tersebut.

Tiga korban pun mempertanyakan keseriusan polisi menangani kasus penipuan miliaran dengan tersangka Iwan Cendeiian Liman (37), namun kasus tersebut serasa jalan di tempat.

Tiga orang yang menjadi korban Iwan sudah melapokan aksi penipuan Iwan sekitar setahun lalu. Mereka adalah H. Nur dengan kerugian Rp 600 Juta, Mitarmin Santoso Rp 13 miliar, dan Terry Rp 1,5 miliar.

"Kami sudah dua kali dipanggil sebagai saksi dalam setahun ini, tapi tidak ada kabar kelanjutan kasusnya," kata Mitarmin, Senin (28/5/2018).

Mitarmin berharap kasusnya bersama korban lainnya segera ditangani dan ada titik terang sehingga bisa menjadi obat rasa kecewa. "Minimal ada titik terang sehingga ada obat rasa kecewa kami," harap Mitarmin.

Mitarmin mengatakan kasus yang dilaporkan awal 2017 lalu ini berawal dari perkenalannya dengan Iwan yang diakuinya mempunyai jaringan kuat perbankan. "Kami kan butuh uang dan Iwan kenal bank dan link juga bagus," ujar Mitarmin.

Saat itu, Mitarmin hendak menjaminkan beberapa asetnya dengan total sekitar Rp 20 Miliar. "Setelah uang pinjaman cair, disepakati Iwan mendapat komisi 10 persen dari nilai pinjaman. Tetapi saya hanya terima Rp 8 miliar, sisanya dia bawa dan sampai sekarang usaha sudah macet tidak bisa bayar," tambah Mitarmin.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi terkait kasus dugaan penipuan ini mengatakan bahwa kasusnya masih tetap berjalan. "Masih berjalan, beberapa saksi sudah diperiksa," ujarnya melalui pesan pendek saat dikonfirmasi.(*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved