Pilpres 2019

Jabar Lumbung Kemenangan Prabowo di Pilpres 2014, Kini Hasil Survei Tunjukkan Jokowi Unggul

Dua lembaga survei, Indo Barometer dan SMRC merilis elektabilitas Jokowi mendominasi unggul di Jabar bila dibanding Prabowo.

Kolase/TribunWow
Jokowi Prabowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua lembaga survei, Indo Barometer dan SMRC merilis elektabilitas antara dua nama calon presiden pada Pilpres 2019, capres incumben Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra yang digadang-gadang maju yaitu Prabowo Subianto di Provinsi Jawa Barat.

Hasilnya, elektabilitas Jokowi mendominasi unggul di Jabar bila dibanding Prabowo.

Menurut survei Indo Barometer yang dirilis pada 20 Juni 2018, menunjukkan, melalui pertanyaan terbuka, nama calon presiden yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat adalah Joko Widodo (33,6 persen). Kemudian Prabowo Subianto (22,8 persen).

"Pak Prabowo satu punya popularitas, dua punya partai politik. Sementara Gatot gak punya partai dan popularitasnya terbatas. Kalau Pak Jokowi jelas, punya popularitas, sudah didukung partai politik dan beliau incumbent," tutur Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, di hotel kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

Baca: Abdul dan Cesar Rela Menabung Rp 20 Juta Demi Nonton Langsung Piala Dunia

Sama seperti survei Indo Barometer, survei SMRC juga menunjukkan keunggulan Jokowi di Jabar.

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas memaparkan di Jawa Barat, responden yang memilih Jokowi sebesar 48,3 persen, sedangkan Prabowo 37,8 persen.

Peningkatan elektabilitas pada Jokowi, kata Sirojuddin, disebabkan adanya kepuasaan publik terhadap kinerja Pemerintah Jokowi.

"Sejak 2015 naik terus, publik menerima Jokowi sebagai pemimpin yang bisa dipercaya, kinerja programnya juga bisa dibilang memuaskan bagi publik," kata Sirojuddin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

Padahal di Provinsi Jawa Barat, pada Pilpres 2014 lalu, diketahui menjadi lumbung pemenangan Prabowo.

Pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen.

Baca: Warga Sempat Melihat Terduga Teroris Terkapar Bersimbah Darah di Depan Kiosnya

Dihimpun dari berbagai sumber, pada Pilpres 2014, Prabowo-Hatta unggul di 22 kota atau kabupaten di Jabar.

Kabupaten Bogor dengan suara 1.636.134, lalu Kabupaten Bandung 1.171.109, disusul Kabupaten Bekasi 906.196, Kabupaten Garut 866.613, Kabupaten Sukabumi 829.802, Kota Bandung 778.703, Kabupaten Karawang 708.495.

Kota Bekasi 671.405, Kabupaten Tasikmalaya 647.755, Kabupaten Cianjur 643.722, Kabupaten Bandung Barat 547.731.

Kota Depok 543.284, Kabupaten Ciamis 492.890, Kabupaten Sumedang 401.847, Kabupaten Majalengka 386.707.

Kabupaten Purwakarta 347.259, Kota Bogor 340.286, Kabupaten Kuningan 312.002, Kota Tasikmalaya 281.665, Kota Cimahi 198.498, Kota Sukabumi 120.118, Kota Banjar 56.569.

Sementara itu, Jokowi-JK hanya unggul di 4 kabupaten/kota di Jabar, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

Jokowi-JK 447.818, 540.832, 653.687, dan 91.079.

Dengan tingkat partisipasi pemilih di Jabar saat Pilpres 2014 mencapai 70,93 persen, setara dengan 23.990.089 pemilih dari jumlah daftar pemilih tetap di Jabar, yakni 33.821.378 jiwa. Total suara sah dari kedua pasangan tersebut ialah 23.697.696.

Populer: Prabowo Galang Donasi Politik, Guntur Romli: Katamu Rakyat Lagi Susah, Kok Kamu Minta Sumbangan?

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved