Breaking News:

Pilkada Serentak 2018

Hasil Pilkada Serentak Besok Akan Jadi Cerminan Hasil Pilpres 2019

Menurutnya, daerah-daerah di Pulau Jawa masih menjadi kunci kemenangan para capres di tahun depan.

Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda
Pangi Syarwi Chaniago 

Laporan Reporter Kontan, Sinar Putri S.Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari. Tak banyak yang mengira hasil Pilkada ini sebetulnya bisa menjadi acuan kemenangan para calon presiden (capres) di 2019.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan setidaknya para capres saat ini sedang mengkalkulasi.

"Baik Pak Jokowi danpak Prabowo juga sebetulnya sedang mengambil kuda-kuda atas hasil Pilkada," ungkapnya dikutip Kontan.co.id, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, daerah-daerah di Pulau Jawa masih menjadi kunci kemenangan para capres di tahun depan.

"Jateng, Jabar, dan Jatim memang menjadi lumbung elektoral dan semua calon (kepala daerah) memiliki kepentingan untuk memenangkan Pilkada di daerah masing-masing. Suara terbesar memang ada di sana," tambahnya.

Baca: Partai Golkar Sangat Pede Bisa Raup Suara di Atas 56 Persen di Pilkada Serentak Besok

Sehingga, tak heran jika calon kepala daerah pasti akan membantu capres yang diusung dari partai yang sama.

"Pasti akan utang budi untuk membantu bisa menang di daerah-daerahnya," kata Pangi.

Hal tersebut juga berlaku bagi Prabowo jika ingin kembali mencalonkan diri sebagai presiden di 2019. Menurutnya, bagaimana pun kekalahan atau kemenangan Partai Gerindra menjadi pertimbangan Prabowo untuk maju Pilpres.

Baca: Instruktur Otomotif: Penggunaan Bahan Bakar Tak Sesuai Standar Bisa Merusak ECU

Dengan begitu, kalau seandainya banyak calon kepala daerah yang diusung Gerindra kalah, maka Prabowo mesti mengevaluasi dan mengkalkulasi ulang keinginan maju pada Pilpres 2019.

Hal tersebut diakui pula oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. "Hasil Pilkada meski tidak 100% tapi minimal bisa menjadi salah satu indikator," jelasnya.

Maka itu, pihaknya tidak segan-segan berhitung ulang jika kandidatnya di daerah-daerah kalah. Pasalnya, saat ini PKS masih menginginkan cawapres yang mendampingi Prabowo di 2019 berasal dari partainya.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved