Breaking News:

Integrasi Tarif Tol JORR Dianggap Dapat Mengurai Kemacetan Truk Tanjung Priok

Hal tersebut berakibat pada terjadi yang cukup signifikan di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok saat sebelum lebaran

Tribunnews.com/Brian Priambudi
Konferensi pers terkait tarif Tol JORR untuk Golongan V yang dinilai sebagian publik mahal 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahalnya tarif tol JORR, terutama untuk Golongan V yang hendak memasuki pelabuhan Tanjung Priok membuat pengemudi truk memilih untuk menggunakan jalur arteri dibandingkan jalur tol.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Agus H. Purnomo mengatakan hal tersebut berakibat pada terjadi yang cukup signifikan di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok saat sebelum lebaran.

Baca: Seorang Remaja 14 Tahun Hanyut di Sungai Cisadane saat Berenang Bersama Teman-temannya

"Terjadi kemacetan luar biasa di daerah gate dekat New Priok Center Terminal One (NPCT1) sebelum lebaran. Salah satu penyebabnya karena tarif tol yang lumayan tinggi," ujar Agus saat diwawancarai media di Kantor Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jum'at (6/7/2018).

Jasa Marga yang melihat hal tersebut berencana akan memberlakukan Integrasi Tarif Tol JORR dengan maksud memberikan efisiensi kepada pengguna jalan tol baik secara transportasi maupun logistik.

Integrasi tarif tol JORR tersebut membuat pengendara cukup membayar sekali ketika menggunakan ruas JORR, yakni Rp 30 ribu untuk kendaraan Golongan V dari sebelumnya mencapai Rp 45 ribu.

"Jadi dengan jarak hanya 15 km kalau lewat tol itu Rp 45 ribu bagi driver itu lumayan. Kalau ada tarif JORR terintegrasi Rp 30 rb saya kira mereka akan lebih memakai tol JORR untuk akses ke port," ujarnya.

Harapannya integrasi tarif tol JORR dapat menarik pengemudi truk untuk memilih menggunakan ruas tol dibandingkan jalur arteri, sehingga tidak lagi terjadi penumpukan kendaraan truk di NCPT1.

Baca: Peretas China Susupi Universitas Bergengsi Australia

Tanggapan yang sana juga disamlaikan oleh (Plt) Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Lollan Panjaitan, menurutnya integrasi ini menjadi salah satu solusi untuk trucking di Tanjung Priok.

"Pada intinya memang dengan adanya peninjauan kembali tarif tol ini menjadi salah satu opsi dari trucking untuk bisa mengakses kedalam atau keluar pelabuhan," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved